![]() |
| BPS Kalbar catat inflasi Kalbar sebesar 2,50 persen |
PONTIANAK, KP - Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat merilis sejumlah indikator strategis terbaru terkait perkembangan ekonomi dan aktivitas masyarakat di Kalimantan Barat sepanjang Maret hingga April 2026. Sejumlah indikator menunjukkan tren positif, mulai dari inflasi yang masih terkendali, meningkatnya nilai tukar petani, surplus perdagangan yang melonjak, hingga pertumbuhan sektor transportasi dan pariwisata.
Pada April 2026, inflasi year-on-year (y-on-y) Provinsi Kalimantan Barat tercatat sebesar 2,50 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Ketapang dengan angka mencapai 2,97 persen. Angka tersebut menunjukkan kondisi harga barang dan jasa di Kalbar masih berada dalam rentang yang relatif terkendali di tengah dinamika ekonomi global.
Di sektor pertanian, kesejahteraan petani juga mengalami peningkatan. Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Barat pada April 2026 tercatat sebesar 174,93 poin atau naik 1,37 persen dibandingkan Maret 2026. Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) mencapai 180,91 poin atau meningkat 0,84 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dan NTUP mengindikasikan daya beli petani dan kinerja usaha pertanian di Kalbar mengalami perbaikan.
Dari sektor perdagangan internasional, nilai ekspor Kalimantan Barat pada Maret 2026 mencapai 161,08 juta dolar AS atau meningkat 4,06 persen dibandingkan Februari 2026. Sementara itu, nilai impor tercatat sebesar 39,56 juta dolar AS atau turun 55,13 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Dengan kondisi tersebut, neraca perdagangan Kalimantan Barat pada Maret 2026 mengalami surplus sebesar 121,52 juta dolar AS. Angka ini meningkat signifikan hingga 82,38 persen dibandingkan Februari 2026 dan menunjukkan performa perdagangan luar negeri Kalbar yang semakin kuat.
Di sektor pariwisata, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Kalimantan Barat pada Maret 2026 mencapai 55,78 persen. Secara tahunan, angka tersebut meningkat 18,37 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, meskipun secara bulanan mengalami penurunan tipis sebesar 0,49 persen poin dibanding Februari 2026.
Sementara itu, aktivitas transportasi juga menunjukkan peningkatan. Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang datang ke Kalimantan Barat pada Maret 2026 tercatat sebanyak 152.259 orang atau meningkat 21,07 persen dibandingkan Februari 2026.
Untuk transportasi laut domestik, jumlah penumpang yang datang pada Maret 2026 mencapai 6.704 orang atau naik 28,63 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan tersebut mencerminkan aktivitas mobilitas masyarakat dan distribusi antardaerah yang semakin menggeliat.(*/Red)


