TANJAK, Layanan Jemput Bola Imigrasi Pontianak untuk Pemohon Paspor yang Sakit

TANJAK bisa digunakan oleh masyarakat untuk membuat Paspor

PONTIANAK, KP - Di tengah keterbatasan fisik yang dialami sebagian masyarakat, negara dituntut hadir dengan pendekatan yang lebih adaptif dan manusiawi. Hal inilah yang diwujudkan oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak melalui layanan prioritas bertajuk TANJAK (Tanpa Beranjak), sebuah inovasi pelayanan paspor yang menyasar pemohon dalam kondisi sakit.

Melalui layanan ini, seluruh proses pengajuan paspor tidak lagi terpusat di kantor imigrasi. Petugas secara langsung mendatangi lokasi pemohon, baik di rumah sakit, kediaman pribadi, maupun ruang perawatan, untuk melaksanakan tahapan mulai dari verifikasi berkas, wawancara, hingga perekaman biometrik.

Pendekatan ini lahir dari kesadaran bahwa tidak semua warga negara memiliki kemampuan fisik untuk mengakses layanan publik secara konvensional. Dalam kondisi tertentu, seperti sakit atau keterbatasan mobilitas, proses berpindah tempat justru berpotensi menimbulkan risiko tambahan bagi pemohon.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak, Sam Fernando, menegaskan bahwa pelayanan publik harus mampu menyesuaikan diri dengan kondisi riil masyarakat yang dilayani, bukan sebaliknya.

“Negara tidak boleh kaku. Ketika masyarakat dalam kondisi tidak memungkinkan untuk datang, maka pelayananlah yang harus bergerak,” ujarnya.

Lebih dari sekadar inovasi prosedural, TANJAK mencerminkan transformasi birokrasi yang semakin responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Di tengah dorongan digitalisasi layanan, pendekatan ini justru menegaskan pentingnya kehadiran langsung negara dalam situasi-situasi tertentu yang tidak dapat sepenuhnya diakomodasi oleh sistem daring.

Bagi pasien dan keluarga, kehadiran petugas imigrasi bukan hanya mempermudah proses administratif, tetapi juga memberikan kepastian bahwa hak-hak mereka tetap terpenuhi tanpa harus menghadapi beban tambahan di tengah kondisi yang sulit.

Dengan layanan TANJAK, Kantor Imigrasi Pontianak menunjukkan bahwa pelayanan publik tidak semata soal kecepatan dan efisiensi, tetapi juga tentang empati dan keberpihakan. Negara hadir lebih dekat, memastikan bahwa pelayanan tetap berjalan, bahkan ketika warganya tidak mampu beranjak.(*/Red)

Kapuas Post

Kapuas Post merupakan media lokal Kalimantan Barat yang mencoba eksis kembali menjadi media online

Lebih baru Lebih lama

ads

Pasang Iklan Kapuas Post

ads

نموذج الاتصال