![]() |
| Serpihan yang terpantau dari udara (sumber : Basarnas) |
SEKADAU,KP - Upaya pencarian helikopter yang hilang kontak di wilayah Kalimantan Barat mulai menemukan titik terang. Di tengah lebatnya hutan Kabupaten Sekadau, tim SAR gabungan akhirnya menemukan serpihan yang diduga kuat berasal dari helikopter Airbus H130 PK-CFX yang sebelumnya dilaporkan menghilang dalam penerbangan.
Serpihan tersebut pertama kali terpantau dari udara oleh tim pencarian menggunakan helikopter Super Puma milik TNI AU pada Kamis (16/4) sekitar pukul 15.25 WIB. Temuan ini menjadi petunjuk awal yang sangat krusial dalam mengungkap lokasi jatuhnya helikopter yang hilang sejak pagi hari.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, menjelaskan bahwa serpihan yang terlihat diduga merupakan bagian ekor helikopter, berada sekitar tiga kilometer ke arah barat dari titik awal hilang kontak. “Hasil pemantauan udara pada pukul 15.25 WIB ditemukan serpihan yang diduga ekor helikopter PK-CFX sekitar tiga kilometer ke arah barat dari titik awal hilang kontak,” ujarnya.
Informasi tersebut segera diteruskan kepada tim darat guna mempercepat proses penyisiran menuju titik koordinat yang dicurigai sebagai lokasi jatuhnya helikopter. Medan hutan yang sulit diakses menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi dan pencarian lanjutan.
Helikopter jenis Airbus Helicopter H-130T2 itu diketahui membawa delapan orang, terdiri dari Kapten Marindra W sebagai pilot, Harun Arasyd sebagai co-pilot, serta enam penumpang lainnya yakni Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.
Berdasarkan kronologi penerbangan, helikopter tersebut lepas landas dari Helipad PT Citra Mahkota di Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi, pada pukul 07.34 WIB dengan tujuan Helipad PT Graha Agro Nusantara di Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Namun, pesawat dilaporkan hilang kontak pada pukul 08.39 WIB sebelum mencapai lokasi tujuan.
Sinyal darurat terakhir menunjukkan posisi helikopter berada di sekitar Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau. Dugaan awal menyebutkan lokasi jatuh berada di wilayah Desa Tapang Tingang, yang berjarak sekitar 30 menit dari kecamatan tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sintang, Benyamin, membenarkan bahwa pihaknya telah mengerahkan personel untuk bergabung dalam operasi pencarian bersama Basarnas. “Ada personel kami yang turun dan sedang dalam perjalanan bergabung dengan Basarnas,” katanya.
Hingga kini, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, personel Kopasgat TNI AU, kru penerbangan, serta unsur BPBD terus melakukan penyisiran intensif di kawasan hutan yang diduga menjadi lokasi jatuhnya helikopter.
Basarnas memastikan bahwa operasi pencarian akan terus dilakukan secara maksimal hingga seluruh korban dapat ditemukan. “Mohon doanya semoga proses pencarian dan evakuasi korban dapat berjalan lancar, aman, dan selamat,” kata Edy.(*/Red)


