Pupuk Indonesia Inisiasi Asosiasi Produsen Pupuk ASEAN untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Pupuk Indonesia inisiasikan Asosiasi Produsen Pupuk ASEAN

BALI,KP - PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama Petronas Chemicals Group Berhad dan Brunei Fertilizer Industries resmi membentuk asosiasi produsen pupuk Asia Tenggara bernama Southeast Asia Fertilizer Association (SEAFA). Deklarasi ini dilakukan dalam rangkaian Argus Fertilizer Asia Conference pada Rabu (1/4/2026), sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi regional dalam menjaga ketahanan pangan.

Pembentukan SEAFA menjadi tonggak penting bagi industri pupuk di kawasan ASEAN dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari dinamika geopolitik hingga volatilitas rantai pasok. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas produksi, memperluas akses teknologi, serta membangun sistem distribusi pupuk yang lebih tangguh di tingkat regional.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menegaskan bahwa pembentukan asosiasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret menuju kemajuan jangka panjang industri pupuk Asia Tenggara.

“Apa yang kita saksikan hari ini bukan sekadar seremoni penandatanganan, melainkan sebuah langkah menuju pertumbuhan dan kemajuan jangka panjang bagi kawasan. Pembentukan SEAFA berangkat dari pemahaman sederhana bahwa tantangan dalam lanskap pertanian dan ketahanan pangan regional semakin kompleks. Menghadapi tantangan tersebut membutuhkan informasi yang lebih baik, kesadaran yang lebih tinggi serta rasa tanggung jawab bersama dari kita semua,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi regional ini juga menjadi respons terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah, yang berdampak pada stabilitas pasokan energi dan sektor pertanian.

“Seiring dinamika global yang terus berkembang, ditandai oleh rantai pasok yang volatil dan pergeseran kebutuhan energi yang berdampak pada sektor pertanian, penting bagi kita untuk terus bergerak adaptif. Hal ini penting untuk menjaga kelincahan, sekaligus memastikan setiap langkah tetap berpijak pada prinsip yang kita pegang,” kata Rahmad.

Pada tahap awal, SEAFA didirikan oleh tiga perusahaan dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam, dengan Brunei ditetapkan sebagai lokasi sekretariat utama. Dalam struktur organisasi, Pupuk Indonesia dipercaya sebagai chairman pertama, sementara Petronas Chemicals Group menjabat sebagai co-chairman. Kepemimpinan asosiasi ini akan bersifat bergilir dengan masa jabatan satu tahun.

Ke depan, SEAFA diharapkan berkembang menjadi platform kolaborasi strategis yang tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga mendorong inovasi dalam praktik industri berkelanjutan, termasuk pengembangan teknologi rendah karbon dan digitalisasi rantai pasok. Selain itu, asosiasi ini juga diharapkan mampu menjadi representasi industri pupuk Asia Tenggara dalam berbagai forum regional maupun global.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan pentingnya kerja sama lintas negara dalam menjaga ketahanan pangan di tengah ketidakpastian global.

“Kita ingin relasi ini kita bangun dengan baik, bukan hanya kebutuhan sesaat. Pupuk ini bukan hanya urusan industri pupuk, tetapi juga berkaitan dengan ketahanan pangan. Sehingga, kita tidak bisa (berjalan) sendiri-sendiri, kita harus kolaborasi (antar negara),” tegasnya.

Dengan terbentuknya SEAFA, Indonesia bersama negara-negara ASEAN lainnya diharapkan mampu memperkuat sinergi industri pupuk kawasan, sekaligus meningkatkan kontribusi regional dalam menjaga stabilitas pasokan pupuk dan ketahanan pangan global secara berkelanjutan.(*/Red)

Kapuas Post

Kapuas Post merupakan media lokal Kalimantan Barat yang mencoba eksis kembali menjadi media online

Lebih baru Lebih lama

ads

Pasang Iklan Kapuas Post

ads

نموذج الاتصال