![]() |
| Ilustrasi kecelakaan kerja di Masjid Agung Awwaludin |
KUBU RAYA, KP — Kecelakaan kerja terjadi di proyek pembangunan Masjid Agung Awwaludin yang berlokasi di Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.
Sebanyak enam pekerja bangunan menjadi korban setelah lift proyek yang mereka tumpangi jatuh dari ketinggian sekitar lima meter, Jumat (9/4/2026) sekitar pukul 11.50 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi saat para pekerja hendak turun untuk beristirahat menggunakan lift proyek. Namun, saat berada di tengah perjalanan, lift tiba-tiba mengalami gangguan dan terjun bebas ke bawah.
Kapolsek Sungai Raya, Hariyanto melalui Kasubsie Penmas Polres Kubu Raya, Ade, menjelaskan bahwa insiden tersebut diduga akibat putusnya tali sling pada lift.
“Diduga kawat sling lift putus saat enam pekerja berada di dalam lift hendak turun untuk beristirahat. Akibatnya lift yang mengangkut enam orang pekerja terjatuh serta tertimpa bagian konstruksi lift,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (10/4).
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, lift yang mengangkut para pekerja tiba-tiba kehilangan penahan saat proses penurunan berlangsung, sehingga langsung jatuh ke bawah.
Seluruh korban segera dievakuasi dari lokasi kejadian untuk mendapatkan penanganan medis. Para korban kemudian dilarikan ke RSAU dr. Muhammad Sutomo.
Dari enam korban, satu orang atas nama Markuat (60) mengalami luka serius berupa patah tulang bahu dan kaki, sehingga harus dirujuk ke Rumah Sakit Kartika Husada untuk penanganan lanjutan.
Sementara lima korban lainnya, yakni M. Madon (62), Samiri (57), Busri (37), Ahmadi (60), dan Tuki (50), mengalami luka ringan dan menjalani rawat jalan.
Pihak kepolisian dari Polsek Sungai Raya saat ini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk menelusuri kelayakan alat kerja serta penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lokasi proyek.
“Peristiwa ini menjadi perhatian serius, terutama terkait aspek keselamatan kerja di lokasi pembangunan. Kami mengimbau seluruh pihak untuk lebih memperhatikan standar keamanan guna mencegah kejadian serupa,” tegas Ade.


