Kemnaker Buka Pembinaan K3 Gratis Batch 2 untuk 2.100 Peserta

Menaker sebut kembali buka program pembinaan K3 gratis


JAKARTA,KP – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka program Pembinaan dan Sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Umum Batch 2 dengan kuota 2.100 peserta dari seluruh Indonesia. Pendaftaran dibuka pada 6–12 April 2026.

Program ini diluncurkan seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap tenaga Ahli K3. Di tengah risiko kecelakaan kerja dan tuntutan kepatuhan, peran Ahli K3 menjadi semakin krusial dalam menjaga keselamatan sekaligus produktivitas kerja.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan pembukaan batch kedua merupakan langkah konkret pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap kompetensi K3.

“Program ini memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi pekerja dan masyarakat untuk menjadi Ahli K3 yang kompeten, sehingga dapat berkontribusi menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, dan produktif,” ujarnya dalam keterangan pers, Sabtu (4/4/2026).

Menurutnya, penguatan kompetensi K3 tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan regulasi, tetapi juga perlindungan tenaga kerja dan keberlangsungan usaha.

“Kami ingin semakin banyak pekerja memiliki kompetensi K3. Semakin kuat kompetensi tersebut, semakin besar peluang terciptanya lingkungan kerja yang aman dan produktif,” tambahnya.

Seperti batch sebelumnya, program ini tidak memungut biaya pelatihan. Peserta hanya dikenakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp420.000 sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2023. Biaya tersebut mencakup sertifikat pembinaan pelatihan K3 Rp150.000, evaluasi SKP AK3 Rp120.000, dan penerbitan SKP Rp150.000.

Kebijakan ini diharapkan dapat membuka akses lebih luas bagi pekerja untuk meningkatkan kompetensi tanpa beban biaya besar, sekaligus membantu perusahaan memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang memahami aspek keselamatan dan kesehatan kerja.

Adapun persyaratan peserta antara lain minimal lulusan D3 dengan melampirkan dokumen seperti ijazah, KTP, pasfoto, surat pernyataan kesediaan mengikuti pembinaan, curriculum vitae, serta surat keterangan sehat.

Peserta juga wajib menyiapkan perangkat pendukung seperti handphone untuk absensi dan komputer atau laptop untuk mengikuti pembinaan, serta bersedia mengikuti ujian di lokasi yang telah ditentukan.

Pelaksanaan pembinaan dan sertifikasi dijadwalkan berlangsung pada 27 April hingga 13 Mei 2026. Kemnaker mengimbau masyarakat yang memenuhi syarat untuk segera mendaftar melalui tautan resmi yang telah disediakan.

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui kanal resmi Kemnaker.(*/Red)

Kapuas Post

Kapuas Post merupakan media lokal Kalimantan Barat yang mencoba eksis kembali menjadi media online

Lebih baru Lebih lama

ads

Pasang Iklan Kapuas Post

ads

نموذج الاتصال