HUT ke-14, Pupuk Indonesia Perkuat Posisi Strategis di Tengah Tekanan Global

Pupuk Indonesia makin perkuat posisinya mendukung ketahanan pangan di Indonesia

JAKARTA,KP - PT Pupuk Indonesia (Persero) menandai usia ke-14 dengan menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. Mengusung tema “Transform, Sustain, Empower”, momentum ini menjadi refleksi langkah strategis perusahaan dalam menjaga pasokan domestik sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam menjaga keseimbangan pasokan pupuk dunia.

Peringatan tahun ini berlangsung dalam konteks meningkatnya tekanan terhadap rantai pasok global, termasuk dampak ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang turut memengaruhi distribusi pupuk dunia. Di tengah kondisi tersebut, Indonesia dinilai memiliki posisi strategis sebagai salah satu produsen urea global yang mampu menjaga stabilitas pasokan.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dalam negeri tetap menjadi prioritas utama perusahaan sebagai fondasi ketahanan pangan nasional.

“Di tengah dinamika global, prioritas kami tetap memastikan kebutuhan pupuk dalam negeri terpenuhi dengan baik. Namun, dengan kapasitas yang kami miliki, Indonesia juga memiliki ruang untuk berkontribusi dalam menjaga keseimbangan pasokan global. Setelah kebutuhan domestik terpenuhi, terdapat potensi ekspor sekitar 1,5 hingga 2 juta ton,” ujarnya.

Menurut Rahmad, posisi strategis tersebut merupakan hasil dari transformasi berkelanjutan yang dilakukan perusahaan dalam memperkuat fondasi industri pupuk nasional. Saat ini, Pupuk Indonesia memiliki kapasitas produksi mencapai 14,8 juta ton per tahun, termasuk urea sebesar 9,4 juta ton, yang menjadi penopang utama ketahanan pasokan nasional.

Sejalan dengan tema transformasi yang diusung, perusahaan terus melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari kebijakan subsidi, tata kelola distribusi, hingga penguatan struktur pembiayaan. Pemerintah juga telah menerbitkan regulasi baru yang mendorong sistem distribusi lebih efektif dan skema pembiayaan yang lebih adaptif.

Melalui perubahan skema subsidi menjadi berbasis pasar atau market-based mechanism serta dukungan pembayaran subsidi di muka, perusahaan memperoleh fleksibilitas finansial yang lebih kuat untuk menjaga keberlanjutan pasokan dan mempercepat program revitalisasi industri.

“Revitalisasi menjadi kunci untuk memastikan industri pupuk nasional tetap andal dan berdaya saing. Dalam lima tahun ke depan, kami menargetkan pembangunan dan revitalisasi tujuh pabrik sebagai bagian dari penguatan kapasitas dan efisiensi produksi,” kata Rahmad.

Transformasi tersebut juga memberikan dampak nyata bagi sektor pertanian. Penyaluran pupuk bersubsidi tercatat berjalan tepat waktu sejak awal tahun selama dua tahun berturut-turut. Selain itu, penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi sebesar 20 persen pada 2025 turut mendorong peningkatan penyerapan pupuk subsidi hingga 31 persen pada kuartal I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Komisaris Utama Pupuk Indonesia, Sudaryono, menambahkan bahwa penguatan industri pupuk nasional tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga membuka peluang bagi Indonesia untuk berperan lebih besar dalam menjaga keseimbangan pasokan global.

“Porsi pupuk dalam negeri pasti akan dipenuhi terlebih dahulu. Namun, dengan terganggunya pasokan global, banyak negara kini membutuhkan urea dari Indonesia. Ini menjadi peluang sekaligus tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan pasokan,” ujarnya.

Memasuki usia ke-14, Pupuk Indonesia menegaskan bahwa transformasi yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada kinerja perusahaan, tetapi juga pada penguatan peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus menghadirkan pupuk yang mudah diakses, terjangkau, serta didukung oleh industri yang efisien, tangguh, dan berkelanjutan.

Melalui semangat “Transform, Sustain, Empower”, Pupuk Indonesia menempatkan diri sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan global di tengah dinamika yang terus berkembang.(*/Red)

Kapuas Post

Kapuas Post merupakan media lokal Kalimantan Barat yang mencoba eksis kembali menjadi media online

Lebih baru Lebih lama

ads

Pasang Iklan Kapuas Post

ads

نموذج الاتصال