Evakuasi Dramatis di Bukit Puntak, Delapan Korban Helikopter PK-CFX Berhasil Dievakuasi

Delapan Korban Helikopter PK-CFX Berhasil Dievakuasi

SEKADAU,KP - Upaya evakuasi korban kecelakaan Helikopter PK-CFX di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, berlangsung dramatis. Di tengah medan berat berupa hutan lebat dan perbukitan terjal, prajurit TNI bersama tim SAR gabungan berhasil menuntaskan misi kemanusiaan dengan mengevakuasi seluruh korban pada Jumat (17/4/2026) dini hari.

Operasi yang dipimpin langsung oleh Danrem 121/Abw, Brigjen TNI Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., M.Han., dimulai sekitar pukul 00.04 WIB dari lokasi jatuhnya helikopter di Bukit Puntak, Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang. Kondisi geografis yang ekstrem serta tidak tersedianya akses kendaraan memaksa seluruh tim melakukan evakuasi secara manual dengan berjalan kaki.

Sebanyak delapan korban meninggal dunia, terdiri dari dua kru dan enam penumpang, dievakuasi menggunakan tandu sederhana dengan cara dipikul oleh personel. Mereka harus menembus gelapnya hutan dan jalur berbukit sepanjang beberapa kilometer demi membawa para korban keluar dari lokasi kejadian.

“Medan yang kami hadapi sangat menantang, berupa perbukitan curam dan hutan lebat. Tidak ada jalur kendaraan, sehingga seluruh kantong jenazah harus dipikul secara manual oleh personel di lapangan sejauh berkilo-kilometer hingga sampai ke posko,” ujar Brigjen TNI Purnomosidi yang turut memantau langsung proses evakuasi di lapangan bersama Dandim 1204/Sanggau dan Wadan Yonif TP 833/BD.

Perjalanan panjang yang menguras tenaga itu akhirnya membuahkan hasil. Setelah menempuh waktu sekitar 6,5 jam, tim gabungan tiba di Posko SAR yang berada di Gereja Katolik Santo Yohanes, Dusun Gandis, pada pukul 06.30 WIB. Selain mengevakuasi jenazah, tim juga berhasil mengamankan sejumlah barang milik korban, termasuk perangkat penting berupa Black Box yang akan digunakan untuk kepentingan investigasi.

Setibanya di posko, seluruh jenazah langsung dipindahkan ke delapan unit ambulans untuk kemudian dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak. Proses pemindahan dan perjalanan menuju rumah sakit dilakukan dengan pengawalan ketat oleh personel Sub Pom Sanggau dan Satlantas Polres Sekadau guna memastikan kelancaran.

Meski berjalan lancar, proses evakuasi ini diakui menghadapi kendala utama berupa kondisi medan yang sulit dijangkau. Sementara itu, penyebab jatuhnya helikopter hingga kini masih dalam tahap penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada faktor cuaca atau kendala teknis, namun kepastian akan menunggu hasil analisis data dari Black Box yang telah diamankan.

Operasi evakuasi ini melibatkan sinergi berbagai unsur, mulai dari TNI yang terdiri dari Korem 121/Abw, Kodim 1204/Sanggau, Yonif 642/Kps, dan Yonif TP 833/BD, hingga Polri dari Polres Sekadau serta Basarnas Sanggau. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menangani situasi darurat dan memastikan korban dapat dievakuasi dengan baik meski dalam kondisi yang sangat menantang.(*/Red)

Kapuas Post

Kapuas Post merupakan media lokal Kalimantan Barat yang mencoba eksis kembali menjadi media online

Lebih baru Lebih lama

ads

Pasang Iklan Kapuas Post

ads

نموذج الاتصال