Dermaga Feri Bardan–Siantan Ditutup Sementara, Kondisi Struktur Dinilai Membahayakan

Bukti kerusakan struktur dermaga Feri Bardan - Siantan

PONTIANAK, KP – Aktivitas penyeberangan di dermaga feri Bardan–Siantan, Pontianak, resmi dihentikan sementara mulai 1 April 2026. Penutupan ini dilakukan menyusul kondisi infrastruktur yang mengalami kerusakan berat dan dinilai tidak lagi memenuhi standar keselamatan bagi pengguna jasa.

Hasil kajian teknis dari tim ahli Universitas Tanjungpura menunjukkan bahwa struktur dermaga telah berada pada tingkat kerusakan yang mengkhawatirkan, terutama pada bagian pondasi yang menjadi penopang utama. Dosen tenaga ahli teknisi Fakultas Teknik Untan, Umar, menjelaskan bahwa kerusakan pada pondasi merupakan persoalan krusial karena berpengaruh langsung terhadap stabilitas keseluruhan struktur.

Ia mengungkapkan, kondisi pondasi saat ini mengalami keretakan, beton yang kropos, hingga pecah pada sejumlah titik. Selain itu, luas permukaan beton juga mengalami penurunan, sehingga kekuatan struktur melemah secara signifikan. Kerusakan tersebut dipicu oleh beban yang diterima dermaga, baik beban vertikal dari kendaraan maupun tekanan horizontal akibat benturan kapal saat bersandar.

Tidak hanya pada pondasi, bagian movable bridge atau jembatan penghubung antara kapal dan dermaga juga mengalami kerusakan serius. Struktur baja pada bagian ini telah mengalami korosi berat hingga tidak memungkinkan lagi untuk diperbaiki. Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya, terutama karena jembatan tersebut dilalui kendaraan mulai dari roda dua hingga kendaraan berat.

Kerusakan juga ditemukan pada struktur fender atau penahan benturan kapal. Pada bagian fondasinya terlihat retakan bahkan patah, meskipun belum sepenuhnya roboh karena masih ditopang oleh tulangan besi di dalam beton. Situasi ini semakin diperparah oleh beban kapal yang cukup besar, terutama saat membawa muatan, yang memberikan tekanan tambahan pada struktur dermaga.

Menurut Umar, meskipun kapal merapat dengan kecepatan rendah, momentum yang dihasilkan tetap signifikan dan berpotensi mempercepat kerusakan. Hal ini menjadi salah satu faktor yang memperbesar risiko terhadap keselamatan pengguna.

Berdasarkan kondisi tersebut, penutupan sementara dermaga dinilai sebagai langkah yang tepat untuk mencegah potensi kecelakaan. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi upaya perbaikan menyeluruh, sekaligus memastikan keamanan masyarakat yang menggunakan layanan penyeberangan di kawasan tersebut.(*/Red)

Kapuas Post

Kapuas Post merupakan media lokal Kalimantan Barat yang mencoba eksis kembali menjadi media online

Lebih baru Lebih lama

ads

Pasang Iklan Kapuas Post

ads

نموذج الاتصال