KARAWANG, KP – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) kembali menjadi tujuan kunjungan akademik internasional dengan menerima Factory Visit dari Wharton School, University of Pennsylvania, salah satu sekolah bisnis terkemuka dunia. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Januari lalu (14/1) di Yamaha West Java Factory dan diikuti oleh 36 peserta, yang terdiri dari akademisi Wharton serta mahasiswa program MBA (Master of Business Administration) dari kampus tersebut.
Factory visit ini menjadi bagian dari pembelajaran lapangan bagi para peserta untuk melihat secara langsung praktik manufaktur berskala global yang diterapkan oleh Yamaha di Indonesia. Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk memahami bagaimana Yamaha menerapkan manufacturing yang efisien dan strategi lokalisasi proses produksi guna menjaga daya saing-nya di level global.
“Sebagai manufaktur yang sudah berstandar global, Yamaha Indonesia tidak hanya ingin menghadirkan produk-produk berkualitas tinggi sesuai kebutuhan konsumen, tetapi kami juga ingin menunjukkan bahwa Yamaha Indonesia terbuka untuk mendukung pertukaran pengetahuan baik secara nasional, maupun internasional.” ungkap Takagi Satoshi, Direktur, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.
Dalam sesi pemaparan dan observasi lapangan, peserta memperoleh gambaran mengenai sistem produksi Yamaha, penerapan efisiensi operasional, pengendalian kualitas, serta konsistensi standar mutu global yang disesuaikan dengan kondisi pasar dan tenaga kerja lokal. Para peserta juga berkesempatan menyaksikan langsung proses produksi di area pabrik, sekaligus berdiskusi mengenai tantangan dan peluang manufaktur di negara berkembang seperti Indonesia.
Manufaktur Berstandar Global
Melalui kunjungan ini, Yamaha tidak hanya menunjukkan kapabilitas manufaktur nasional di tingkat global, tetapi juga menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pertukaran pengetahuan (Transfer of Knowledge) antara industri dan institusi pendidikan.
Sebagai salah satu peserta dari Factory Visit, Mahasiswa Master of Business Administrative di Wharton University, Nathnael Hailu Aga Bulcho menyampaikan kesan positifnya setelah mengikuti kunjungan ke fasilitas produksi Yamaha. Bagi Nathnael, kunjungan ke fasilitas Yamaha memberikan pengalaman yang mengesankan sekaligus menambah pengetahuan mengenai betapa pentingnya budaya dan nilai-nilai yang perlu ditanamkan dalam sebuah perusahaan.
“Terima kasih banyak Yamaha karena pada hari ini kami diberikan kesempatan yang luar biasa untuk melihat seluruh fasilitas Yamaha dan mengetahui banyak nilai-nilai penting dan budaya yang ditanamkan sehingga membuat semuanya itu terstruktur dan berjalan teratur dari awal hingga akhir khususnya yang kami pelajari adalah bagaimana proses produksi sebuah sepeda motor dari bahan dasar, terus melewati berbagai tahapan, hingga uji coba terakhir, sehingga ini memberikan pembelajaran yang bernilai dan memperkaya wawasan,” ungkapnya
Testimoni ini menunjukkan bagaimana kunjungan pabrik Yamaha memberikan pemahaman menyeluruh, tidak hanya dari sisi operasional, tetapi juga nilai dan budaya perusahaan yang diterapkan secara konsisten.
Factory Visit ini diharapkan dapat menjadi sarana pertukaran wawasan yang berkelanjutan antara Yamaha dan institusi pendidikan, khususnya dalam pengembangan manufaktur masa depan yang melibatkan berbagai stakeholder terkait.(*/Red)

