![]() |
| Kapal Distribusi BBM Pertamina sudah tiba di Sintang |
SINTANG, KP – Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan penguatan pasokan BBM untuk wilayah hulu Kalimantan Barat terus berjalan. Hingga Senin (23/2), tiga kapal pengangkut BBM berhasil sandar di Fuel Terminal (FT) Sintang sebagai bagian dari percepatan tambahan suplai.
Keberhasilan sandar tersebut menjadi momentum percepatan normalisasi distribusi BBM di wilayah hulu yang disuplai dari FT Sintang ke sejumlah kabupaten sekitarnya. Hal ini seiring meningkatnya debit dan level air Sungai Melawi sejak Jumat (20/2), sehingga jalur distribusi sungai kembali lebih optimal.
Sebagai bagian dari penguatan suplai, sejumlah kapal telah menyelesaikan proses bongkar muat. Kapal OB Neira menuntaskan pembongkaran produk Pertalite, disusul Kapal OB Kumai yang menyelesaikan bongkar muat Biosolar dan Pertalite pada Minggu (22/2). Sementara Kapal OB Goni merampungkan pembongkaran Pertalite pada Senin (23/2).
Tambahan pasokan yang masuk secara bertahap tersebut mencapai total 4.500 kiloliter (KL). Volume ini diharapkan mempercepat normalisasi distribusi ke SPBU di wilayah terdampak.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan seluruh langkah percepatan dilakukan secara terkoordinasi dan terukur guna memastikan stabilitas suplai energi.
“Kami memastikan tambahan pasokan terus bergerak menuju Sintang untuk memperkuat stok dan mempercepat normalisasi distribusi. Koordinasi intensif bersama seluruh tim operasional dan pemangku kepentingan terus kami lakukan agar suplai tiba sesuai jadwal dan segera disalurkan ke SPBU prioritas,” jelasnya.
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan juga memperkuat distribusi melalui jalur darat menggunakan mobil tangki dari Integrated Terminal Pontianak ketika jalur sungai belum dapat dilayari secara optimal menuju FT Sintang.
Seiring kenaikan level air sungai, distribusi melalui jalur sungai kini kembali dioptimalkan menggunakan kapal pengangkut BBM. Selain itu, perusahaan juga mengaktifkan dermaga alternatif di Sanggau untuk proses pembongkaran muatan kapal ke mobil tangki, sehingga waktu tempuh distribusi dapat dipersingkat.
Koordinasi bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, dan mitra transportir terus dilakukan guna memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran. Monitoring dan evaluasi berkala juga tetap dilaksanakan hingga distribusi sepenuhnya kembali optimal.(*/Red)


