Perkuat Diplomasi Bahasa, Balai Bahasa Kalbar Tingkatkan Kompetensi Pengajar BIPA

Peserta peningkatan kompetensi pengajar BIPA


PONTIANAK,KP – Upaya memperkuat peran bahasa Indonesia di kancah global terus digencarkan melalui peningkatan kualitas sumber daya pengajarnya. Salah satunya diwujudkan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus APPBIPA Cabang Kalimantan Barat, pada 29–31 Januari 2026 di Aula Khatulistiwa, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat.

Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pengajar BIPA sebagai ujung tombak internasionalisasi bahasa Indonesia sekaligus penguatan citra bangsa di tingkat global. Melalui bimtek tersebut, para peserta didorong memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Pengajar BIPA, serta mampu menerapkannya secara konsisten dalam praktik pembelajaran.

Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan ini dengan latar belakang yang beragam, mulai dari dosen, guru, peneliti, hingga mahasiswa yang telah memiliki pengalaman mengajar BIPA maupun pembelajaran bahasa Indonesia secara umum. Keberagaman ini menciptakan ruang diskusi yang dinamis serta pertukaran praktik pembelajaran yang memperkaya perspektif peserta selama kegiatan berlangsung.

Selain fokus pada peningkatan kapasitas individu, bimtek ini juga menjadi forum strategis untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi antarpengajar, lembaga, serta pemangku kepentingan BIPA. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan mutu layanan pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing, khususnya di Kalimantan Barat.

Sejumlah tokoh hadir memberikan dukungan dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Ketua APPBIPA Pusat Agus Soehardjono, S.S., M.M., perwakilan Pusdaya Suardi Eka Cipta, M.Pd., serta Ketua APPBIPA Kalimantan Barat Lesti Legina Lestari, S.Pd., M.Pd. Kehadiran mereka menegaskan peran organisasi profesi dalam mendorong penguatan ekosistem BIPA di daerah.

Materi bimbingan teknis disusun untuk menjembatani aspek pedagogik dan praktik pembelajaran, meliputi Pendekatan Berbasis Teks dalam Pembelajaran BIPA Berbasis SKKNI dan KKNI serta Pengembangan Program BIPA Berbasis SKKNI dan KKNI. Materi disampaikan secara aplikatif oleh narasumber utama Suardi Eka Cipta, M.Pa. dari Pusdaya.

Wakil Ketua APPBIPA Pusat Agus Soehardjono menekankan pentingnya kegiatan ini bagi penguatan peran Kalimantan Barat dalam pengembangan BIPA nasional.

“Program BIMTEK ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas pengajar BIPA di Kalimantan Barat sebagai wilayah strategis yang memiliki kekayaan budaya, bahasa, dan posisi geografis yang dekat dengan jalur internasional,” ujarnya.

Dari sisi peserta, kegiatan ini dinilai relevan dengan kebutuhan pembelajaran BIPA di daerah. Salah seorang peserta, Wahyudi, M.Pd., Gr., CPSP., menyebut bimtek ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan praktik mengajar.

“Program ini menjadi ruang refleksi dan penguatan praktik mengajar yang relevan dengan konteks Kalimantan Barat yang multikultural dan kaya nilai lokal,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan bimtek dan penguatan organisasi profesi ini, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya dalam mencetak pengajar BIPA yang profesional, terstandar, dan adaptif terhadap konteks global, sekaligus memperkuat posisi bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional yang bermartabat.(*/Red)

Kapuas Post

Kapuas Post merupakan media lokal Kalimantan Barat yang mencoba eksis kembali menjadi media online

Lebih baru Lebih lama

ads

Pasang Iklan Kapuas Post

ads

نموذج الاتصال