Kinerja Global Menguat, Fast Retailing Naikkan Proyeksi Pendapatan dan Laba Tahun Fiskal 2026


Uniqlo mengalami kenaikan pendapatan dan laba


JAKARTA,KP - Fast Retailing Co., Ltd. mencatatkan awal yang solid pada tahun fiskal 2026 seiring pertumbuhan global yang kuat dan berkelanjutan. Perusahaan ritel asal Jepang yang menaungi merek UNIQLO ini melaporkan peningkatan signifikan pada pendapatan dan laba kuartal pertama yang berakhir pada 30 November 2025, sekaligus mendorong manajemen untuk merevisi naik proyeksi kinerja setahun penuh.

Pada kuartal pertama tahun fiskal 2026, Fast Retailing membukukan pendapatan konsolidasi sebesar 1,0277 triliun Yen atau setara Rp111,83 triliun, meningkat 14,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut diiringi lonjakan laba usaha sebesar 31 persen menjadi 205,6 miliar Yen atau sekitar Rp22,37 triliun. Kinerja positif ini mencerminkan kuatnya operasional UNIQLO di berbagai pasar global serta efektivitas strategi produk dan pemasaran yang dijalankan perusahaan.

Selain peningkatan laba usaha, Fast Retailing juga mencatatkan keuntungan bersih dari pendapatan keuangan sebesar 15,7 miliar Yen atau Rp1,71 triliun. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya pendapatan bunga bersih dan keuntungan selisih kurs atas aset berdenominasi mata uang asing. Secara keseluruhan, laba sebelum pajak tercatat sebesar 226,6 miliar Yen atau Rp24,66 triliun, tumbuh 15,3 persen secara tahunan. Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 11,7 persen menjadi 147,4 miliar Yen atau sekitar Rp16,03 triliun.

Capaian positif pada awal tahun fiskal ini mendorong Fast Retailing untuk menaikkan target kinerja sepanjang tahun fiskal 2026. Perusahaan kini memproyeksikan pendapatan tahunan mencapai 3,80 triliun Yen atau setara Rp413,4 triliun, tumbuh 11,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba usaha diperkirakan meningkat 17,9 persen menjadi 650,0 miliar Yen atau Rp70,72 triliun, sementara laba operasional diproyeksikan naik 15,2 persen ke level yang sama. Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk diperkirakan mencapai 450,0 miliar Yen atau Rp48,96 triliun, naik 3,9 persen.

Revisi proyeksi ini menunjukkan optimisme manajemen terhadap prospek bisnis ke depan. Dibandingkan estimasi awal yang dirilis pada Oktober 2025, Fast Retailing menaikkan target pendapatan sebesar 50,0 miliar Yen, serta masing-masing 40,0 miliar Yen untuk laba usaha dan laba operasional. Selain itu, estimasi laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga dinaikkan sebesar 15,0 miliar Yen.

Optimisme tersebut turut tercermin dalam kebijakan dividen. Fast Retailing menaikkan estimasi dividen tahunan per saham sebesar 20 Yen menjadi 540 Yen, yang terdiri atas dividen interim dan dividen akhir masing-masing sebesar 270 Yen. Secara keseluruhan, total dividen setahun penuh meningkat 40 Yen per saham dibandingkan tahun sebelumnya, menegaskan komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemegang saham.

Dari sisi segmen bisnis, UNIQLO International menjadi kontributor utama pertumbuhan Fast Retailing pada kuartal pertama tahun fiskal 2026. Segmen ini mencatat peningkatan pendapatan sebesar 20,3 persen menjadi 603,8 miliar Yen atau Rp65,69 triliun, dengan laba usaha melonjak 38 persen menjadi 117,3 miliar Yen atau Rp12,76 triliun. Kinerja tersebut ditopang oleh pengembangan produk yang selaras dengan kebutuhan pelanggan, strategi pemasaran yang efektif, serta meningkatnya pengenalan dan kepercayaan terhadap merek UNIQLO di pasar global.

Di kawasan Greater China, UNIQLO mencatat pertumbuhan dua digit pada pendapatan dan laba di pasar Tiongkok Daratan, didukung oleh masuknya musim dingin lebih awal, komunikasi nilai produk yang efektif, serta kolaborasi bisnis dengan JD.com yang berhasil menarik pelanggan baru. Pasar Hong Kong juga membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba berkat kuatnya penjualan koleksi Fall/Winter. Sementara itu, pasar Taiwan mencatat kenaikan pendapatan meskipun laba mengalami penurunan akibat kenaikan biaya royalti.

Pertumbuhan dua digit pada pendapatan dan laba juga tercatat di kawasan Korea Selatan, Asia Tenggara, India, dan Australia. Di Amerika Utara dan Eropa, UNIQLO turut membukukan kinerja positif seiring peningkatan visibilitas merek, perluasan basis pelanggan, serta keberhasilan pembukaan toko-toko baru yang berkualitas.

Di Jepang, UNIQLO mencatat lonjakan pendapatan dan laba yang signifikan selama periode tiga bulan. Pendapatan tumbuh 12,2 persen menjadi 299,0 miliar Yen atau Rp32,53 triliun, sementara laba usaha meningkat 20,2 persen menjadi 62,4 miliar Yen atau Rp6,79 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh tingginya permintaan produk Fall/Winter seperti sweatpants, sweatshirt, jeans, HEATTECH innerwear, dan PUFFTECH, serta performa penjualan yang solid selama Festival ARIGATO.

Segmen GU mencatat kenaikan tipis pada pendapatan, namun berhasil membukukan peningkatan laba yang signifikan. Pendapatan naik 0,8 persen menjadi 91,3 miliar Yen atau Rp9,93 triliun, sementara laba usaha melonjak 20 persen menjadi 11,4 miliar Yen atau Rp1,24 triliun. Perbaikan rasio laba kotor dan strategi diskon yang lebih efektif menjadi faktor utama di balik peningkatan kinerja tersebut.

Sebaliknya, segmen Global Brands mengalami penurunan pendapatan dan laba pada kuartal ini. Pendapatan turun 7,6 persen menjadi 33,0 miliar Yen atau Rp3,6 triliun, sementara laba usaha menyusut 14,8 persen menjadi 1,7 miliar Yen. Penurunan kinerja terutama terjadi pada merek Theory serta operasional Comptoir des Cotonniers dan Princesse tam.tam yang terdampak penutupan toko sebagai bagian dari restrukturisasi. Di sisi lain, merek PLST justru mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba.

Ke depan, Fast Retailing menegaskan visinya untuk menjadi merek nomor satu di dunia yang dipercaya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari pelanggan global. Untuk mewujudkan visi tersebut, perusahaan terus memperkuat talenta manajemen, mengembangkan model bisnis berkelanjutan, memperluas basis konsumen global, serta memperbarui struktur biaya agar tetap relevan di tengah era inflasi.

Sejalan dengan itu, Fast Retailing terus memperkuat pengenalan konsep LifeWear UNIQLO sebagai pakaian sehari-hari yang sederhana, berkualitas tinggi, dan fungsional. Perusahaan juga berkomitmen menghadirkan produk yang diproduksi dan dipasarkan secara aman dan etis, dengan dampak lingkungan yang lebih rendah, serta mendorong sirkularitas melalui program perbaikan, daur ulang, dan penggunaan kembali.(*/Red)

Kapuas Post

Kapuas Post merupakan media lokal Kalimantan Barat yang mencoba eksis kembali menjadi media online

Lebih baru Lebih lama

ads

Pasang Iklan Kapuas Post

ads

نموذج الاتصال