![]() |
| Kepala BPS Kalbar, Muh. Saichudin jelaskan perkembangan ekonomi Kalbar pada Rilis BPS |
PONTIANAK,KP – Kinerja perekonomian Kalimantan Barat sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat mencatat pertumbuhan ekonomi yang solid disertai perbaikan sejumlah indikator sosial, mulai dari penurunan tingkat kemiskinan, berkurangnya ketimpangan pengeluaran, hingga membaiknya kondisi ketenagakerjaan.
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan bahwa perekonomian Kalbar pada 2025, berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, mencapai Rp328.569,51 miliar. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp171.330,68 miliar. Secara tahunan, ekonomi Kalbar tumbuh sebesar 5,39 persen. Pertumbuhan tersebut juga tercermin pada kinerja triwulan IV-2025 yang meningkat 5,62 persen dibandingkan triwulan IV-2024 atau secara year-on-year. Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, ekonomi Kalbar pada triwulan IV-2025 tumbuh 2,83 persen secara quarter-to-quarter.
Perkembangan ekonomi yang positif ini turut berdampak pada kondisi sosial masyarakat. BPS mencatat persentase penduduk miskin di Kalimantan Barat pada September 2025 sebesar 5,97 persen. Angka tersebut menurun 0,19 persen poin dibandingkan Maret 2025. Secara absolut, jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 322,54 ribu orang atau berkurang 8,41 ribu orang dalam enam bulan terakhir. Penurunan tingkat kemiskinan terjadi baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan, dengan persentase penduduk miskin di perkotaan tercatat sebesar 4,29 persen dan di perdesaan sebesar 7,05 persen.
Selain kemiskinan, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk juga menunjukkan perbaikan. Gini Ratio Kalimantan Barat pada September 2025 tercatat sebesar 0,308, turun 0,008 poin dibandingkan Maret 2025. Di wilayah perkotaan, Gini Ratio tercatat sebesar 0,341 atau turun 0,007 poin, sementara di wilayah perdesaan berada pada angka 0,267 dan relatif tidak mengalami perubahan. Kondisi ini mengindikasikan distribusi pengeluaran masyarakat yang semakin merata, terutama di kawasan perkotaan.
Perbaikan juga terlihat pada sektor ketenagakerjaan. Pada November 2025, jumlah angkatan kerja Kalimantan Barat mencapai 3,12 juta orang, meningkat sekitar 40,55 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja tercatat sebesar 71,58 persen atau naik 0,68 persen poin. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka menunjukkan tren menurun dan berada di angka 4,63 persen, turun 0,19 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
BPS menilai capaian ini mencerminkan daya tahan ekonomi daerah yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi nasional dan global. Dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil serta perbaikan indikator sosial dan ketenagakerjaan, Kalimantan Barat dinilai memiliki modal yang kuat untuk melanjutkan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat ke depan.(*/Red)


