![]() |
| Kepala BPS Kalbar, Muh. Saichudin |
PONTIANAK, KP – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat merilis sejumlah indikator strategis terkini yang menggambarkan kondisi perekonomian daerah pada awal 2026. Data tersebut mencakup perkembangan inflasi, nilai tukar petani, ekspor-impor, pariwisata, serta transportasi, yang dirilis pada 2 Februari 2026 di Pontianak.
Berdasarkan rilis BPS, Kalimantan Barat pada Januari 2026 mengalami inflasi secara tahunan atau year-on-year sebesar 3,33 persen.
Dari seluruh kabupaten dan kota yang dipantau, Kabupaten Sintang mencatat inflasi tertinggi dengan angka mencapai 4,52 persen. Kondisi ini mencerminkan adanya tekanan harga yang masih perlu diwaspadai, terutama pada kelompok pengeluaran tertentu yang memengaruhi daya beli masyarakat.
Di sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Barat pada Januari 2026 tercatat sebesar 167,99 poin.
Angka tersebut mengalami penurunan 1,34 persen dibandingkan Desember 2025. Penurunan juga terjadi pada Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) yang tercatat sebesar 173,80 poin atau turun 0,88 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Pergerakan ini menunjukkan adanya tekanan pada keseimbangan antara harga yang diterima petani dengan biaya yang mereka keluarkan.
Sementara itu, kinerja perdagangan luar negeri Kalimantan Barat pada Desember 2025 menunjukkan dinamika yang beragam. Nilai ekspor tercatat sebesar US$176,69 juta atau turun tipis 0,25 persen dibandingkan November 2025. Sebaliknya, nilai impor mengalami lonjakan signifikan sebesar 35,44 persen menjadi US$69,10 juta.
Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Kalimantan Barat pada Desember 2025 tetap mencatat surplus sebesar US$107,59 juta, meskipun nilainya menurun 14,69 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Dari sisi pariwisata, kinerja sektor perhotelan menunjukkan tren positif. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kalimantan Barat pada Desember 2025 mencapai 60,84 persen.
Angka ini meningkat 3,50 poin persentase dibandingkan November 2025, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan kunjungan wisata menjelang akhir tahun.
Aktivitas transportasi juga mengalami peningkatan. Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang datang ke Kalimantan Barat pada Desember 2025 tercatat sebanyak 120.670 orang, naik 10,29 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kenaikan serupa terjadi pada angkutan laut domestik, dengan jumlah penumpang yang datang mencapai 7.941 orang atau meningkat 15,77 persen dibandingkan November 2025.
Secara keseluruhan, rilis BPS Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan bahwa perekonomian daerah pada akhir 2025 hingga awal 2026 bergerak dinamis, dengan inflasi yang masih terkendali, aktivitas perdagangan dan pariwisata yang berfluktuasi, serta mobilitas masyarakat yang terus meningkat.
Data ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan kebijakan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat.(*/Red)


