Sinergi Pemda dan TNI Bangun Jalan Rasau Jaya, Dorong Ekonomi Puluhan Desa

Peresmian jalan Rasau Jaya, Patok 50 

KUBU RAYA, KP - Akses infrastruktur yang memadai kembali menunjukkan perannya sebagai pengungkit kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut tercermin dari diresmikannya Jalan Rasau Jaya Patok 50 di Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (8/1/2026). 

Jalan sepanjang 3,5 kilometer ini menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan Kodam XII/Tanjungpura melalui program Karya Bakti TNI, yang mampu menghadirkan pembangunan efektif sekaligus berdampak langsung bagi perekonomian warga.

Peresmian jalan poros ekonomi tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Barat, Rudy M. Harahap. Jalan Rasau Jaya Patok 50 diproyeksikan menjadi urat nadi distribusi hasil pertanian dan perkebunan bagi lebih dari 20 desa di sekitarnya, sekaligus mempercepat akses masyarakat menuju pusat-pusat ekonomi.

Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Jamallulael menjelaskan bahwa keberadaan jalan tersebut telah memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan petani.

“Harga ubi jalar yang semula hanya Rp4.000 per kilogram di tingkat desa, kini bisa menembus Rp9.500 per kilogram karena akses transportasi yang lebih baik,” ujarnya. Kondisi ini, menurut Pangdam, menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran mampu meningkatkan nilai jual produk masyarakat secara signifikan.

Di sela kegiatan, Kepala Perwakilan BPKP Kalimantan Barat Rudy M. Harahap menyampaikan apresiasi atas model kerja sama yang diterapkan dalam pembangunan jalan tersebut. Ia menilai pola karya bakti TNI sebagai bentuk pengelolaan anggaran yang efisien dan akuntabel. 

“Kami di BPKP melihat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan Kodam XII/Tanjungpura ini sebagai praktik cerdas dalam pengelolaan keuangan daerah. Dengan anggaran yang sama, pembangunan melalui pola karya bakti mampu menghasilkan output hampir dua kali lipat dibandingkan pola kontraktual biasa. Ini adalah bentuk akuntabilitas yang berorientasi pada kemanfaatan publik secara maksimal,” ujar Rudy.

Ia menambahkan, keterlibatan BPKP dalam mengawal proyek-proyek strategis bertujuan memastikan setiap rupiah anggaran negara benar-benar memberikan dampak nyata, khususnya dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat.

Hal senada disampaikan Bupati Kubu Raya Sujiwo. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa efisiensi pembangunan melalui kolaborasi dengan TNI sangat terasa. 

Menurutnya, dengan mekanisme kontraktual biasa, anggaran yang tersedia hanya mampu membangun sekitar 1,7 kilometer jalan. 

Namun melalui program Karya Bakti TNI, panjang jalan yang dibangun mencapai 3,5 kilometer dengan spesifikasi yang sama.

“Jalan poros ekonomi ini kita bangun untuk mendorong pergerakan ekonomi. Kalau ekonomi bergerak, peluang usaha muncul, pengangguran turun, dan kemiskinan berkurang,” tegas Sujiwo.

Untuk menjaga keberlanjutan infrastruktur tersebut, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga berencana menjalin nota kesepahaman dengan pihak swasta, salah satunya perusahaan perkebunan kelapa sawit PT APL, agar turut berperan dalam pemeliharaan jalan yang juga dimanfaatkan untuk aktivitas angkutan perusahaan.

Peresmian jalan poros ekonomi Rasau Jaya Patok 50 ditutup dengan peninjauan langsung ke lapangan. 

Jalan yang kini telah berfungsi tersebut mulai dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk mengangkut hasil bumi, menandai babak baru peningkatan konektivitas dan harapan ekonomi di wilayah Rasau Jaya.(*/Red)

Kapuas Post

Kapuas Post merupakan media lokal Kalimantan Barat yang mencoba eksis kembali menjadi media online

Lebih baru Lebih lama

ads

Pasang Iklan Kapuas Post

ads

نموذج الاتصال