![]() |
| Kepala BPS Provinsi Kalimantan Barat, Muh. Saichudin saat menjelaskan terkait inflasi pada rilis BRS beberap waktu yang lalu |
PONTIANAK, KP – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat merilis sejumlah indikator strategis yang menggambarkan kondisi ekonomi daerah hingga akhir tahun 2025.
Data terbaru tersebut mencerminkan dinamika harga, kesejahteraan petani, kinerja perdagangan luar negeri, serta pergerakan sektor pariwisata dan transportasi yang masih menunjukkan geliat positif meski dihadapkan pada berbagai tantangan.
Pada Desember 2025, Kalimantan Barat tercatat mengalami inflasi secara tahunan sebesar 1,85 persen.
Angka ini menunjukkan stabilitas harga yang relatif terjaga di akhir tahun. Inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Kayong Utara dengan capaian 2,54 persen, mencerminkan adanya tekanan harga yang lebih besar di wilayah tersebut dibandingkan daerah lain di Kalimantan Barat.
Sementara itu, kesejahteraan petani yang tercermin melalui Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Barat pada Desember 2025 berada di level 170,26 poin. Angka ini mengalami penurunan tipis sebesar 0,23 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Di sisi lain, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) justru mencatat perbaikan dengan kenaikan sebesar 0,09 persen menjadi 175,35 poin. Kondisi ini mengindikasikan bahwa meskipun daya beli petani sedikit tertekan, usaha rumah tangga pertanian masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik.
Dari sektor perdagangan luar negeri, kinerja ekspor Kalimantan Barat menunjukkan lonjakan signifikan. Nilai ekspor pada November 2025 tercatat sebesar US$177,13 juta atau meningkat 53,23 persen dibandingkan Oktober 2025.
Pada saat yang sama, nilai impor justru mengalami penurunan tajam sebesar 40,24 persen menjadi US$51,02 juta. Kondisi ini mendorong surplus neraca perdagangan Kalimantan Barat pada November 2025 mencapai US$126,11 juta, melonjak lebih dari tiga kali lipat atau naik 317,31 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Sektor pariwisata juga mencatat perkembangan yang cukup menggembirakan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kalimantan Barat pada November 2025 mencapai 57,34 persen.
Angka tersebut mengalami peningkatan signifikan baik secara tahunan maupun bulanan, masing-masing sebesar 6,43 persen poin dan 5,31 persen poin. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya aktivitas perjalanan dan kepercayaan wisatawan terhadap sektor pariwisata daerah.
Dari sisi transportasi, pergerakan penumpang menunjukkan tren yang bervariasi. Jumlah penumpang angkutan udara dalam negeri yang datang ke Kalimantan Barat pada November 2025 tercatat sebanyak 109.415 orang, sedikit menurun 1,26 persen dibandingkan Oktober 2025.
Sebaliknya, angkutan laut dalam negeri justru mengalami peningkatan signifikan. Jumlah penumpang yang datang melalui jalur laut mencapai 6.859 orang atau naik 43,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Secara keseluruhan, berbagai indikator tersebut menggambarkan bahwa perekonomian Kalimantan Barat pada akhir 2025 masih berada dalam kondisi yang cukup stabil, dengan kinerja perdagangan luar negeri dan pariwisata yang menguat, serta dinamika harga dan transportasi yang tetap terkendali.
Data ini menjadi gambaran awal optimisme memasuki tahun 2026 dengan harapan pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih solid dan berkelanjutan.(*/Red)


