Aksi Nyata Umat Buddha Menjaga Alam, Permabudhi Kalbar Soft Launching Eco Dhamma

PRAKTIK – Peserta workshop mempraktikkan pembuatan Eco Enzym dengan memanfaatkan limbah kulit buah menjadi cairan ramah lingkungan

KUBU RAYA,KP – Pengurus Daerah Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Kalimantan Barat melakukan aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan dengan menggelar soft launching logo Eco Dhamma yang dirangkai dengan seminar Eco Dhamma dan workshop Eco Enzym di Hotel Harmony In, Kubu Raya, Minggu (25/1/2026).

Program Eco Dhamma menjadi inisiatif Permabudhi Kalbar dalam memadukan nilai-nilai spiritual Buddhis dengan praktik nyata pelestarian lingkungan. Gerakan ini menempatkan kepedulian terhadap alam sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengamalan Dhamma dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan soft launching turut diisi dengan seminar Eco Dhamma, praktik pembuatan Eco Enzym, pengenalan senam Eco Dhamma, serta penyerahan bibit pohon matoa kepada perwakilan majelis umat Buddha di Kalimantan Barat sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian alam.

Seminar Eco Dhamma menghadirkan narasumber dari Permabudhi Kalbar, Eny Enawaty, serta Asnan Fauzi Irvanto dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat, dengan moderator dr. Hariandy dari PD Permabudhi. Sementara itu, workshop praktik Eco Enzym dipandu langsung oleh instruktur Heng Ki bersama tim Eco Enzym Kalbar, di mana peserta diajak memanfaatkan limbah kulit buah menjadi cairan Eco Enzym yang bermanfaat untuk kebutuhan rumah tangga.

Pembimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Barat, Yanto, mengapresiasi pelaksanaan seminar dan workshop tersebut sebagai wujud nyata kepedulian umat Buddha terhadap kelestarian bumi.

LAUNCHING – Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Kalbar Yanto didampingi pengurus Permabudhi Kalbar dan ketua majelis saat meluncurkan logo Eco Dhamma

“Menjaga bumi dan kelestarian alam adalah tanggung jawab seluruh manusia,” tegas Yanto saat memberikan sambutan.

Wakil Ketua II Permabudhi Kalimantan Barat, Steven Greatness, menjelaskan bahwa program Eco Dhamma bertujuan memperkuat kesadaran, tanggung jawab, serta aksi nyata umat Buddha dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup, sejalan dengan nilai-nilai ajaran Dhamma.

“Eco-Dhamma merupakan pendekatan Buddhis dalam memandang dan merawat lingkungan hidup, dengan menempatkan alam bukan sebagai obyek eksploitasi, melainkan sebagai bagian dari kehidupan yang patut dihormati, dijaga dan dilestarikan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Eco Dhamma bukan sekadar proyek lingkungan, melainkan sebuah gerakan spiritual yang mendorong lahirnya kesadaran baru bahwa menjaga bumi merupakan bagian dari praktik Dhamma.

“Melalui gerakan ini, umat Buddha di Indonesia diharapkan dapat menjadi pelopor gaya hidup yang harmonis, berkelanjutan, dan penuh welas asih demi kebahagiaan semua makhluk dan kelestarian bumi,” pungkas Steven. (*/Red)

Kapuas Post

Kapuas Post merupakan media lokal Kalimantan Barat yang mencoba eksis kembali menjadi media online

Lebih baru Lebih lama

ads

Pasang Iklan Kapuas Post

ads

نموذج الاتصال