TAYAN, KP— Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Karya Ilmiah (PKM-KI) yang terdiri dari mahasiswa Program Studi Doktor Studi Islam melaksanakan sosialisasi sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di Kecamatan Tayan Hilir. Kegiatan tersebut disambut antusias oleh jemaah BKMT dan para pelaku usaha yang hadir.
Raja Tayan, Gusti Yusri, turut memberikan apresiasi dan menilai kegiatan ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat setempat yang banyak bergerak dalam usaha pangan lokal. Ia menyebut IAIN Pontianak telah lama memiliki kedekatan dengan masyarakat Tayan Hilir melalui berbagai program seperti KKL dan research camp, sehingga kehadiran kembali tim PKM-KI dianggap sebagai wujud komitmen keberlanjutan dalam pemberdayaan masyarakat.
“Tim PKM-KI datang dengan misi penting bagi UMKM, yaitu menyosialisasikan sertifikasi halal sekaligus memberikan pendampingan kepada ibu-ibu BKMT Tayan Hilir. Kami menyambut baik program ini,” ujar Gusti Yusri, Panembahan Anom Pakunegara XIV, Sabtu (22/11/2025).
Dalam kesempatan itu, Gusti Yusri juga mengingatkan bahwa isu kehalalan produk sudah lama menjadi perhatian publik. Ia menyinggung kembali polemik pada kurun waktu 1989–1990 ketika Indonesia digemparkan oleh isu penggunaan lemak babi pada sejumlah produk makanan, disusul kasus biskuit beracun yang menyebabkan korban jiwa. Menurutnya, dua peristiwa besar itu memicu berdirinya LPPOM MUI pada 6 Januari 1989, sekaligus menandai semakin kuatnya kesadaran nasional terhadap pentingnya produk halal dan higienis.
Ia menegaskan bahwa komitmen terhadap produk halal merupakan bagian dari perhatian pemerintah dan masyarakat hingga hari ini. Karena itu, program sosialisasi PKM-KI dinilainya sangat bermanfaat bagi kemajuan UMKM dan perekonomian masyarakat Tayan Hilir.
Ketua BKMT Kecamatan Tayan Hilir, Sri Sartika, S.Ag., mengakui bahwa jumlah UMKM yang telah tersertifikasi halal di wilayah tersebut masih sangat terbatas, bahkan belum mencapai 20 pelaku usaha. Menurutnya, rendahnya angka tersebut disebabkan minimnya literasi terkait sertifikasi halal, kebingungan prosedur pengajuan, serta rendahnya keberdayaan digital para pelaku UMKM. Ia berharap kehadiran PKM-KI mampu menutup kesenjangan informasi tersebut dan membantu mempercepat proses sertifikasi.
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Pontianak, Prof. Dr. Hermansyah, juga menyampaikan optimisme serupa. Ia mengaku terkejut dengan tingginya partisipasi masyarakat, yang mencapai sekitar 90 orang dan memenuhi pelataran Masjid Jami’ Darussalam Tayan. Dalam kegiatan ini, tim PKM-KI menghadirkan Koordinator Pusat Halal Center IAIN Pontianak serta para volunter Pendamping Proses Produk Halal (P3H) untuk memberikan desiminasi kebijakan, regulasi, hingga alur pendaftaran sertifikasi halal mulai dari proses verifikasi hingga terbitnya sertifikat resmi.
Meskipun kegiatan PKM-KI hanya berlangsung dari 19 hingga 21 November 2025, Hermansyah menegaskan komitmen IAIN Pontianak untuk tetap hadir mendampingi masyarakat melalui fasilitator yang akan mencetak kader-kader agen sertifikasi halal di Kecamatan Tayan Hilir. Komitmen ini, katanya, merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memperluas kebermanfaatan kampus kepada masyarakat.
Sementara itu, Koordinator Pusat Studi Halal, Suhardiman, memberi tantangan langsung kepada peserta yang telah memiliki produk siap sertifikasi. Ia menegaskan bahwa tim PKM-KI akan melakukan kunjungan lapangan pada 21 November 2025 untuk verifikasi awal sebelum produk diajukan sertifikasinya. Tantangan tersebut disambut suka cita oleh para anggota BKMT, menandakan tingginya antusiasme masyarakat untuk meningkatkan kualitas produk mereka.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi titik awal percepatan sertifikasi halal bagi UMKM Tayan Hilir serta menguatkan posisi produk lokal di pasar yang semakin menuntut jaminan keamanan dan kehalalan.(*/Red)
Raja Tayan, Gusti Yusri, turut memberikan apresiasi dan menilai kegiatan ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat setempat yang banyak bergerak dalam usaha pangan lokal. Ia menyebut IAIN Pontianak telah lama memiliki kedekatan dengan masyarakat Tayan Hilir melalui berbagai program seperti KKL dan research camp, sehingga kehadiran kembali tim PKM-KI dianggap sebagai wujud komitmen keberlanjutan dalam pemberdayaan masyarakat.
“Tim PKM-KI datang dengan misi penting bagi UMKM, yaitu menyosialisasikan sertifikasi halal sekaligus memberikan pendampingan kepada ibu-ibu BKMT Tayan Hilir. Kami menyambut baik program ini,” ujar Gusti Yusri, Panembahan Anom Pakunegara XIV, Sabtu (22/11/2025).
Dalam kesempatan itu, Gusti Yusri juga mengingatkan bahwa isu kehalalan produk sudah lama menjadi perhatian publik. Ia menyinggung kembali polemik pada kurun waktu 1989–1990 ketika Indonesia digemparkan oleh isu penggunaan lemak babi pada sejumlah produk makanan, disusul kasus biskuit beracun yang menyebabkan korban jiwa. Menurutnya, dua peristiwa besar itu memicu berdirinya LPPOM MUI pada 6 Januari 1989, sekaligus menandai semakin kuatnya kesadaran nasional terhadap pentingnya produk halal dan higienis.
Ia menegaskan bahwa komitmen terhadap produk halal merupakan bagian dari perhatian pemerintah dan masyarakat hingga hari ini. Karena itu, program sosialisasi PKM-KI dinilainya sangat bermanfaat bagi kemajuan UMKM dan perekonomian masyarakat Tayan Hilir.
Ketua BKMT Kecamatan Tayan Hilir, Sri Sartika, S.Ag., mengakui bahwa jumlah UMKM yang telah tersertifikasi halal di wilayah tersebut masih sangat terbatas, bahkan belum mencapai 20 pelaku usaha. Menurutnya, rendahnya angka tersebut disebabkan minimnya literasi terkait sertifikasi halal, kebingungan prosedur pengajuan, serta rendahnya keberdayaan digital para pelaku UMKM. Ia berharap kehadiran PKM-KI mampu menutup kesenjangan informasi tersebut dan membantu mempercepat proses sertifikasi.
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Pontianak, Prof. Dr. Hermansyah, juga menyampaikan optimisme serupa. Ia mengaku terkejut dengan tingginya partisipasi masyarakat, yang mencapai sekitar 90 orang dan memenuhi pelataran Masjid Jami’ Darussalam Tayan. Dalam kegiatan ini, tim PKM-KI menghadirkan Koordinator Pusat Halal Center IAIN Pontianak serta para volunter Pendamping Proses Produk Halal (P3H) untuk memberikan desiminasi kebijakan, regulasi, hingga alur pendaftaran sertifikasi halal mulai dari proses verifikasi hingga terbitnya sertifikat resmi.
Meskipun kegiatan PKM-KI hanya berlangsung dari 19 hingga 21 November 2025, Hermansyah menegaskan komitmen IAIN Pontianak untuk tetap hadir mendampingi masyarakat melalui fasilitator yang akan mencetak kader-kader agen sertifikasi halal di Kecamatan Tayan Hilir. Komitmen ini, katanya, merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memperluas kebermanfaatan kampus kepada masyarakat.
Sementara itu, Koordinator Pusat Studi Halal, Suhardiman, memberi tantangan langsung kepada peserta yang telah memiliki produk siap sertifikasi. Ia menegaskan bahwa tim PKM-KI akan melakukan kunjungan lapangan pada 21 November 2025 untuk verifikasi awal sebelum produk diajukan sertifikasinya. Tantangan tersebut disambut suka cita oleh para anggota BKMT, menandakan tingginya antusiasme masyarakat untuk meningkatkan kualitas produk mereka.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi titik awal percepatan sertifikasi halal bagi UMKM Tayan Hilir serta menguatkan posisi produk lokal di pasar yang semakin menuntut jaminan keamanan dan kehalalan.(*/Red)


