PONTIANAK, KP - Dalam upaya memperkuat aspek keselamatan dan profesionalisme pelayanan pelayaran, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Pontianak bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Pontianak menggelar kegiatan assessment dan evaluasi terhadap para perwira pandu yang bertugas di wilayah perairan Pontianak dan Kijing. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 15 Juli 2025 ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan setiap pandu memiliki legalitas dan kompetensi sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Sebanyak 13 perwira pandu mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Kehadiran General Manager Pelindo Regional 2 Pontianak Kalbar Yanto serta Kepala KSOP Kelas I Pontianak Dian Wahdiana, M.M., bersama jajarannya, menandai pentingnya agenda ini dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pelabuhan dan pelayaran.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Dian Wahdiana menegaskan bahwa keselamatan merupakan faktor utama dalam industri transportasi laut. Ia menekankan bahwa pelayanan kepada pengguna jasa angkutan laut harus terus ditingkatkan dengan mengedepankan kompetensi dan tanggung jawab para pandu. Menurutnya, sertifikasi dan penilaian berkala terhadap petugas pandu melalui assessment ini adalah bagian penting dalam menjaga standar pelayanan dan keselamatan pelayaran nasional.
Sementara itu, Kalbar Yanto menyampaikan bahwa peningkatan keterampilan dan profesionalisme tenaga pandu bukan hanya sebatas kebutuhan teknis, namun juga menyangkut tanggung jawab moral dalam menjalankan tugas. Ia berharap kegiatan ini mampu melahirkan tenaga pandu yang handal, bersertifikat, dan siap menjalankan tugas pemanduan dengan standar tinggi di seluruh wilayah kerja Pelindo, khususnya di perairan Pontianak dan Kijing.
Dengan dilaksanakannya assessment ini, Pelindo dan KSOP berharap tercipta sinergi kuat antara regulasi dan implementasi di lapangan, demi menjaga kelancaran serta keamanan arus lalu lintas kapal yang semakin padat di kawasan perairan Kalimantan Barat.(*/Red)