Post Top Ad

Teknologi

Nasional

Post Top Ad

HondaOlahraga

Belum Ada Kejurnas Motorprix Lagi, Pembalap ART Kalimantan Berharap Kerjurnas Segera Ada Lagi

PONTIANAK - Kalau melihat sirkuit di Kalimantan, harusnya Kejurnas bisa segera diselenggarakan. Karena, rata-rata sirkuit di Kalimantan adalah sirkuit permanen dan sangat layak untuk menggelar kejuaraan dengan titel Kejurnas.?

Tapi sayangnya, kejurnas di Kalimantan hanya ada saat Indoprix. Setelah itu sudah tidak ada lagi gelaran kejurnas yang mampir di Kalimantan. Semoga saja event kejurnas balap motor bisa digelar di luar Jawa seperti saat kejuaraan Indoprix.



Untuk itu, Pembalap Astra Motor Racing Team (ART) Kalimantan, dengan skuat yang sudah dipersiapkan sejak Tahun 2020, terus menantikan kabar gembira, berupa pagelaran kejuaraan.

Skuat pembalap ART Kalimantan, telah diperkenalkan sejak awal Tahun 2020, setelah menorehkan prestasi terbaik pada musim balap 2019. Namun, akibat pandemic Covid-19, maka semua kejuaraan di tahun 2020, dibatalkan.

Kini, hingga bulan ke-10 di Tahun 2021, Pembalap ART Kalimantan, tetap berharap adanya kejuaraan. Namun, hingga saat ini belum ada informasi dari stakeholder terkait kejuaraan.

Sebelumnya, ada lima pembalap yang ditarget bisa meraih prestasi terbaik pada tahun 2021. Kelimanya adalah para pembalap muda ART Kalimantan, yang sudah terbukti meraih gelar pada 2019.

“Tentunya, minimal kita mempertahankan prestasi musim lalu. Dengan skuad yang ada, kita optimis bisa direalisasikan, bahkan kita incar gelar di semua kelas utama,” ujar Manager ART Kalimantan, Iwan Hari Susilo.

Adapun kelima pembalap tersebut adalah, Yossie Legisadewo dengan nomor #185. Bapak satu anak ini adalah pembalap asli Kalimantan Barat, kelahiran Pontianak, 3 November 1992.

Berbagai prestasi di dunia balap telah ditorehkan oleh Yossie. Ia merupakan juara umum Kejurnas Region C Kalimantan di kelas 150 tune up (Expert) Musim 2019. Kemudian Juara Nasional Honda Dream Cup (HDC) Musim 2019 juga di kelas 150 tune up open.

Pembalap kedua adalah Ruddy Setiawan Salim (Ruddy Salim). Sang Matador, julukannya, merupakan pembalap asal Kalimantan Timur. Ia akan menggunakan nomor motor #88. Pria kelahiran Tarakan, 17 september 1983, selalu konsisten dalam performanya. Ia merupakan panutan pembalap muda ART Kalimantan.

Selanjutnya ada Hendra Rusady (Hendra Eenk), dengan nomor start #279. Pemuda yang berasal dari Kalimantan Selatan ini, kelahiran Pelaihari, 12 November 1997. Ia adalah pembalap muda harapan ART Kalimantan di masa depan.

Pada musim 2019, Eenk, berhasil mengunci posisi ke dua Juara Umum Kejurnas Region C Kalimantan, di kelas 150 tune up (Expert) di bawah Yossie. Sementara di arena HDC musim 2019, ia merupakan Juara Nasional di Kelas Supermoto 150 tune up open.

Yang keempat adalah M Noor. Pembalap anyar ART Kalimantan, yang punya nomor keberuntungan #21. Ia merupakan pembalap asal Kalimantan Selatan. Kelahiran Tanah Laut, 30 oktober 2001. Pemuda berusia 19 tahun ini, baru bergabung di ART Kalimantan pada musim ini.

Terakhir ada nama Azi Firdaus (Wakwaw). Pemilik nomor motor #83 ini adalah pembalap muda berbakat harapan Bumi Khatulistiwa Kalbar. Kelahiran Pontianak, 31 januari 2004, Azi merupakan pembalap yang lolos ke PON XX Papua mewakili Kalbar.Pada Kejurnas Region C Kalimantan musim 2019, Azi merupakan juara umum di kelas 150 tune up (Roockie). Ia menyapu bersih semua gelaran seri yang berlangsung di lima tempat. (*)

Baca Juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad