SLIDER

header ads

Pembalap ART Kalimantan Nantikan Kejuaraan

PONTIANAK - Pembalap ART Kalimantan, sangat merindukan gelaran kejuaraan balap motor. Baik Kejurnas atapun Kejurda Motorprix, yang sejak munculnya Pandemi Covid-19, semuanya ditunda bahkan sudah ada yang dibatalkan.Kini, di era new normal dengan penerapan protkol kesehatan yang ketat menuju adaptasi kebiasaan baru, para pembalap ART menginginkan adanya kejuaraan balap motor.



“Mereka rindu panasnya perebutan juara dan rindu akan menyapa sahabART Kalimantan. Doakan semuanya supaya bisa kembali normal dan balap lagi ya,” demikian rilis dari ART Kalimantan.
Sebelumnya, ART Kalimantan untuk musim 2020 telah diluncurkan, beberapa waktu lalu.. Terdapat lima pembalap yang ditarget bisa meraih prestasi terbaik pada tahun ini.
“Minimal kita mempertahankan prestasi musim lalu. Dengan skuat yang ada, kita optimis bisa direalisasikan, bahkan kita incar gelar di semua kelas utama,” ujar Manager Astra Motor Racing Team Kalimantan 2020, Iwan Hari Susilo.
Adapun kelima pembalap tersebut adalah, Yossie Legisadewo dengan nomor #185. Bapak satu anak ini adalah pembalap asli Kalimantan Barat, kelahiran Pontianak, 3 November 1992.
Berbagai prestasi di dunia balap telah ditorehkan oleh Yossie.Ia merupakan juara umum Kejurnas Region C Kalimantan di kelas 150 tune up (Expert) Musim 2019. Kemudian Juara Nasional Honda Dream Cup (HDC) Musim 2019 juga di kelas 150 tune up open.
Pembalap kedua adalah Ruddy Setiawan Salim (Ruddy Salim). Sang Matador, julukannya, merupakan pembalap asal Kalimantan Timur. Ia akan menggunakan nomor motor #88. Pria kelahiran Tarakan, 17 september 1983, selalu konsisten dalam performanya. Ia merupakan panutan pembalap muda ART Kalimantan.
Selanjutnya ada Hendra Rusady (Hendra Eenk), dengan nomor start #279. Pemuda yang berasal dari Kalimantan Selatan ini, kelahiran Pelaihari, 12 November 1997. Ia adalah pembalap muda harapan ART Kalimantan di masa depan.Pada musim 2019, Eenk, berhasil mengunci posisi ke dua Juara Umum Kejurnas Region C Kalimantan, di kelas 150 tune up (Expert) di bawah Yossie. Sementara di arena HDC musim 2019, ia merupakan Juara Nasional di Kelas Supermoto 150 tune up open.
Yang keempat adalah M Noor. Pembalap anyar ART Kalimantan, yang punya nomor keberuntungan #21. Ia merupakan pembalap asal Kalimantan Selatan. Kelahiran Tanah Laut, 30 oktober 2001. Pemuda berusia 19 tahun ini, baru bergabung di ART Kalimantan pada musim ini.
Terakhir ada nama Azi Firdaus (Wakwaw). Pemilik nomor motor #83 ini adalah pembalap muda berbakat harapan Bumi Khatulistiwa Kalbar. Kelahiran Pontianak, 31 januari 2004, Azi merupakan pembalap yang lolos ke PON XX Papua mewakili Kalbar.
Pada Kejurnas Region C Kalimantan musim 2019, Azi merupakan juara umum di kelas 150 tune up (Roockie). Ia menyapu bersih semua gelaran seri yang berlangsung di lima tempat.(*)

Posting Komentar

0 Komentar