SLIDER

header ads

Edukasi Safety Riding, Astra Motor Kalbar Jelaskan Tips Cari_aman ke Murid SMAN 1 Pontianak

PONTIANAK - Safety riding education Team Astra Motor Kalbar, terus bergerak. Meski di tengah pandemi Covid-19, pendidikan kampanye berkendara yang aman ini, tetap dilakukan. Caranya adalah dengan menggelar webinar safety riding education melalui aplikasi google meet.
 

 

Seperti yang dilakukan pada Jumat (18/7), Astra Motor Kalbar, menggelar webinar safety riding education melalui aplikasi google meet. Dalam edukasinya honda kalbar mendapat banyak pertanyaan unik dari siswa dan siswi SMA N 1 Pontianak, siswa yang aktif memberikan kesan tersendiri ketika melakukan webinar.
Lewat edukasi safety riding melalui webinar terhadap siswa-siswi SMAN 1 Pontianak, tak ketinggalan Astra Motor Kalbar selalu mencari cara agar edukasi keamanan berkendara selalu dapat dilakukan demi memberikan informasi dan pengetahuan mengenai berkendara dengan baik.
Mengutamakan kesehatan saat melakukan edukasi safety riding saat ini, Astra Motor Kalbar tak hilang akal untuk bisa melakukan edukasi secara tepat sasaran terhadap sekolah sekolah yang berada di Kalimantan Barat. Dengan memberikan subsidi pulsa kepada peserta edukasi menjadi daya tarik sendiri agar siswa semakin bersemangat dalam memahami edukasi safety riding kali ini.
Dengan menggunakan aplikasi meeting online, Astra Motor kalbar dapat melakukan edukasi dengan baik terhadap pesertanya, dengan memberikan hadiah pulsa terhadap siswa yang aktif dalam edukasi memberikan daya tarik sendiri pada siswa yang ikut edukasi untuk tetap aktif bertanya, menjawab dan memperatikan edukasi.
Febri Andrian yang merupakan Instruktur Safety Riding Astra Motor Kalnar mengungkapkan, dalam memprediksi bahaya ketika berada di jalan setidaknya pengendara mengetahui tentang keamanan diri sendiri dari penggunaan riding gear, pengecekan kendaraan, hingga memperhitungkan kondisi jalan.
“Edukasi safety riding tentang awareness, basic skill dan danger prediction, merupakan hal yang harus disampaikan kepada siswa-siswi yang masuk dalam sekolah menegah atas. Agar mereka lebih paham akan bahaya yang akan terjadi ketika kita berada di jalan dan bagaimana cara memprediksinya.” tutur Febri. (*)

Posting Komentar

0 Komentar