SLIDER

header ads

Pembalap ART Kalimantan Kangen Balapan

PONTIANAK - PEMBALAP Senior Astra Motor Racing Team (ART) Kalimantan, Yossie Legisadewo, sangat antusias menyambut penerapan New Normal, oleh pemerintah. Menurutnya, dengan adanya penetapan status tersebut, akan ditindaklanjuti penyelenggara Kejurnas Balap di Indonesia.
 
 

“Tentu sangat bersyukur, karena kami para pembalap, bisa segera turun ke sirkuit. Bagi seorang pembalap, membalap di sirkuit, adalah kepusaan tersendiri,” ujar Yossie.
Selama ini, lanjut Yossie, di tengah pandemi virus corona, para pembalap ART Kalimantan, terus menjaga kondisi tubuh. Selain dengan olahraga teratur, senam, dan jogging, para pembalap ART Kalimantan juga latihan balap virtual. Cara tersebut menjadi salah satu upaya untuk terus menjaga kondisi tubuh.
“Tapi, kami benar-benar rindu balapan nyata. Membalap di sirkuit, dengan berbagai tantangan. Tentunya akan sangat memuaskan,” tuturnya.
Yossie adalah pembalap senior ART Kalimantan, yang juga merupakan juara umum Kejurnas Motorprix Musim 2019 kelas Expert, mengaku tetap optimis menatap musim baru 2020. Walau di tengah virus corona, pembalap ART Kalimantan tetap menjaga semangat.
Berbekal skuad juara umum, tim binaan PT Astra Internatiobal Tbk-Honda (Astra Motor) Pontianak ini, siap meningkatkan prestasi pembalapnya. Di tengah wabah virus corona dan menanti jadwal lanjutan race.
“Yang pertama tentu saja adalah mempertahankan prestasi musim lalu. Dengan skuad yang ada, kita optimis bisa direalisasikan, bahkan kita incar gelar di semua kelas utama,” papar manajer ART Kalimantan, Iwan Hari Susilo.
Optimisme yang digaungkan oleh Pak Iwan, sapaan akrabnya, karena melihat peluang besar akan kemajuan pesat para pembalapnya. Pada semua kelas utama, yaitu Expert, Novice, dan Rockey, enam pembalap ART Kalimantan sangat berpengalaman.
Adapun enam pembalap terbaik ART yang meraih prestasi pada musim 2019 adalah Yossie Legosadewo, sang juara umum Kelas Expert. Kemudian ada Rudy Salim dan Hendra Rusady, di kelas Seeded MP1. Kemudian ada Adieta Herianoor dan Achmad Fahrie di MP3, serta di MP5 ada Azi Firdaus.
Setelah fix dengan duet seeded Yosie Legisadewo dan Roedy Salim, kehadiran Adieta Herianoor sebagai pembalap baru, tentunya akan sangat menjanjikan. Adieta atau yang akrab dipanggil Didot, merupakan salah satu pembalap terbaik Kalimantan asal Kalsel.
PEMBALAP muda yang akan bertarung di kelas MP3 ini, sudah beradaptasi dengan Honda pada musim 2018. Jadi besar harapan ART Kalbar untuk Didot, bisa bersaing di musim balap 2019. Didot sendiri akan tetap menggunakan nomor start 91. (*)

Posting Komentar

0 Komentar