SLIDER

header ads

Paten Baru Honda Monkey Versi Matic Muncul

PONTIANAK - Diam-diam, Honda terus mematenkan beberapa konfigurasi baru. Setelah gambar yang diduga Rebel bermesin besar tersebar, kini giliran struktur motor kecil didaftarkan. Tanpa perlu memperhatikan detail, rasanya semua bisa menebak. Konstruksi baru menyiratkan sosok Monkey, si kecil yang meledak di pasar Asia Tenggara akhir-akhir ini. Hanya saja, sekarang bertransmisi otomatis.
 
Paten Honda Monkey versi Matic
 
Dugaan ini cukup berdasar. Ketika siluet paten baru ditempelkan pada gambar Monkey yang sudah beredar, sembilan puluh persen cocok. Bentangan tulang menyiratkan motor telanjang. Penempatan tangki juga ada di depan jok. Bukan di belakang bagasi atau di kolong dek, meski terlihat lebih kecil.
Setang tinggi atau jamak disebut ape hanger pun tergambar jelas. Lengkap bersama bracket lampu tanpa batok, menempel di fork. Suspensi ganda belakang dan ban berdiameter kecil serta merta mencerahkan teka-teki ini.
Namun yang jadi perhatian besar, tak tampak rantai serta pipa swing arm. Justru separuh roda belakang tertutup cover filter, terletak persis di atas box CVT. Ya, sosok baru ini dipastikan bertransmisi otomatis. Dan tentu jadi hal menarik, mengingat hingga kini ia disediakan dalam satu varian, manual empat percepatan dengan kopling. Angin segar untuk para pemula yang ingin praktis.
Sementara itu, dapur pacu diperkirakan sama persis. Hanya beda penggeraknya. Mengusung satu silinder 125 cc PGM-FI, bertenaga 9,6 Hp di 7.000 rpm dan torsi maksimal 10,5 Nm pada 5.500 rpm. Tapi boleh jadi, outputnya tak akan semata-mata sama. Mengingat ia menganut girboks otomatis.
Diprediksi juga, si monyet kerdil meminjam jantung skutik Honda yang sudah eksis. Jika begitu, mungkin spesifikasinya menyerupai Vario 125. Dengan konfigurasi satu silinder 125 cc eSP, berdaya 10,9 Hp di 8.500 rpm dan tenaga dorong 10,8 Nm pada 5.000 rpm. Yang berarti lebih besar dari versi manual. Namun sekali lagi, ini baru perkiraan.
Karena berjenis skutik, cukup memungkinkan Honda menghadiahi Monkey fitur penghemat bahan bakar. Ya, tiada lain ialah ISS (Idling Stop System). Perangkat yang secara otomatis mematikan mesin saat statis. Dan kembali nyala, cukup dengan memutar gas sedikit. Hadirnya switch ISS bakal semakin menguatkan fungsinya sebagai penjelajah jalanan kota, di samping motor hobi.
Lantas soal fitur lain, kurang lebih akan sama. Toh walaupun kecil, ia sebetulnya telah dilengkapi peralatan menunjang. Seperti panel meter full digital berdata lengkap, lampu utama dan belakang full LED, hingga fork upside down berlabur emas. Bahkan peranti deselerasi tak kalah jauh dibanding motor berukuran di atasnya. Cakram depan berdiameter 220 mm dan belakang 190 mm, terkoneksi pula dengan sensor ABS serta Internal Measurement Unit (IMU).(*)

Posting Komentar

0 Komentar