![]() |
| Prajurit Diminta Dekat dengan Rakyat |
SANGGAU, KP – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, meninjau Markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 833/Bumi Daranante di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Jumat (9/10). Dalam kunjungan kerja tersebut, Menhan didampingi Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, untuk melihat kesiapan satuan, sarana prasarana, serta pembinaan prajurit di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Kedatangan rombongan disambut Komandan Yonif TP 833/Bumi Daranante, Letkol Inf Riska Imron Rosadi. Dalam kesempatan itu, Danyonif menyampaikan laporan singkat mengenai kondisi terkini satuan sebagai bagian dari peninjauan kesiapan operasional dan dukungan fasilitas bagi prajurit.
Dalam arahannya, Sjafrie mengapresiasi pembinaan satuan yang dilakukan Kodam XII/Tanjungpura di kawasan perbatasan. Ia menegaskan, pemeliharaan kesatrian merupakan tanggung jawab seluruh prajurit karena fasilitas tersebut dibangun melalui dukungan rakyat dan menjadi bagian dari kehormatan institusi TNI.
“Fasilitas ini dibangun menggunakan dukungan rakyat. Seluruh prajurit wajib menjaga kebersihan, merawat fasilitas, dan memelihara lingkungan agar tetap tertib serta layak digunakan,” pesan Menhan.
Selain menekankan pemeliharaan fasilitas, Sjafrie juga mengingatkan pentingnya kemampuan khusus prajurit Yonif TP 833/Bumi Daranante. Sebagai satuan teritorial pembangunan, prajurit tidak hanya dituntut memiliki kesiapan tempur, tetapi juga menguasai keterampilan yang dapat mendukung pembangunan masyarakat di wilayah perbatasan.
Keterampilan tersebut mencakup bidang pertanian, peternakan, kesehatan, hingga konstruksi. Kemampuan itu diharapkan dapat menunjang pelaksanaan tugas teritorial sekaligus memperkuat kontribusi prajurit dalam membantu masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.
Menhan juga mengingatkan seluruh prajurit agar senantiasa berpegang teguh pada Sumpah Prajurit, Sapta Marga, dan Delapan Wajib TNI. Menurutnya, profesionalisme prajurit harus berjalan seiring dengan sikap disiplin, kepedulian sosial, serta kemampuan menjaga kepercayaan masyarakat.
“Jangan sekali-kali menyakiti hati rakyat. Kepercayaan yang diberikan rakyat harus dijawab dengan pengabdian yang tulus dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar,” tegas Sjafrie.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap kesiapan satuan TNI di kawasan perbatasan. Selain menjaga pertahanan dan keamanan wilayah, keberadaan Yonif TP 833/Bumi Daranante diharapkan mampu menjalankan fungsi teritorial pembangunan melalui keterampilan prajurit dan pengabdian langsung kepada masyarakat.(*/Red)
