Astra dan BKKBN Perkuat Pencegahan Stunting di Sukabumi

Astra dan BKKBN Perkuat Pencegahan Stunting di Sukabumi

SUKABUMI, KP – PT Astra International Tbk memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dalam upaya mencegah stunting melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Komitmen tersebut ditinjau langsung Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka saat mengunjungi desa tersebut, Jumat (9/10). Kunjungan ini mencakup peninjauan intervensi gizi bagi balita dan ibu hamil, layanan Posyandu, serta pendampingan keluarga oleh kader kesehatan.

“Kami optimistis angka stunting akan terus bisa ditekan. Kami melakukan berbagai kolaborasi, seperti hari ini menggandeng Astra. Ke depan diharapkan makin banyak perusahaan yang akan terlibat dengan upaya pencegahan stunting,” ujar Isyana.

Dalam kegiatan tersebut, Astra bersama pemerintah dan masyarakat menjalankan sejumlah intervensi bagi keluarga berisiko stunting. Bantuan meliputi pemenuhan nutrisi berupa makanan siap santap atau bahan pangan sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan, serta bantuan nonnutrisi berupa perbaikan jamban, penyediaan air bersih, dan rumah layak huni.

Program ini juga mencakup edukasi pencegahan stunting, pendampingan ibu hamil dan pengasuhan balita, serta pemberdayaan ekonomi keluarga. Rombongan turut meninjau Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Sawo dan mengunjungi rumah keluarga sasaran program GENTING.

Perkuat Kader dan Layanan Posyandu

Pembinaan Desa Sejahtera Astra Gedepangrango telah berjalan sejak 2021. Sejak Juni 2025, program tersebut diperkuat melalui peningkatan kapasitas kader kesehatan, intervensi gizi, penguatan layanan Posyandu, serta kunjungan rumah untuk mendampingi keluarga.

Sebanyak 55 kader telah mengikuti asesmen 25 keterampilan dasar kader Posyandu bidang kesehatan. Seluruhnya dinyatakan lulus dan memenuhi kompetensi pada tingkat Purwa, Madya, dan Utama yang diakui Kementerian Kesehatan RI.

Penguatan layanan kesehatan primer melalui Posyandu ILP juga menunjukkan peningkatan jumlah kunjungan. Per September 2025, kunjungan tercatat naik dari 706 sebelum implementasi menjadi 795 setelah implementasi, atau meningkat 13 persen.

Sementara itu, pada April hingga Juni 2026, sebanyak 55 kader melakukan kunjungan rumah dan menjangkau 674 keluarga atau 1.781 anggota keluarga. Pendampingan tersebut direncanakan berlanjut hingga Maret 2027 dengan dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Executive in Charge Astra Boy Gemino Kalauserang mengatakan, Desa Sejahtera Astra tidak hanya berfokus pada pengembangan ekonomi, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Desa Sejahtera Astra tidak hanya berkontribusi untuk mengembangkan potensi ekonomi desa, tetapi juga menjadi ruang bagi Astra untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kami berharap kolaborasi bersama pemerintah, masyarakat dan keluarga dapat terus diperkuat sehingga manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Program Desa Sejahtera Astra merupakan kontribusi sosial berkelanjutan yang mencakup bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Program ini telah menjangkau lebih dari 1.500 desa di 35 provinsi dengan lebih dari 3 juta penerima manfaat.

Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat, Astra berharap penguatan layanan kesehatan primer serta pendampingan keluarga dapat terus berlanjut untuk mendukung pencegahan stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.(*/Red)

Kapuas Post

Kapuas Post merupakan media lokal Kalimantan Barat yang mencoba eksis kembali menjadi media online

Lebih baru Lebih lama

ads

ads

نموذج الاتصال