![]() |
| Dorong Generasi Muda Kelola E-Waste Secara Bertanggung Jawab |
BANDUNG, KP – Persoalan limbah elektronik atau e-waste semakin mendapat perhatian seiring pesatnya penggunaan perangkat teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Menjawab tantangan tersebut, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) bersama REMIND menghadirkan #ByeByeBox Campus Roadshow to ITB untuk mendorong pengelolaan perangkat elektronik bekas secara lebih bertanggung jawab sekaligus memperkenalkan prinsip ekonomi sirkular kepada generasi muda.
Program yang berlangsung pada 14–28 September 2026 tersebut diawali dengan peluncuran di Aula Timur Institut Teknologi Bandung (ITB), Senin (14/9/2026), kemudian dilanjutkan dengan aktivasi #ByeByeBox di lingkungan kampus hingga 28 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen XLSMART dalam membangun infrastruktur digital Indonesia yang tidak hanya mendukung konektivitas, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari penerapan teknologi ramah lingkungan, pengurangan emisi karbon, hingga pengelolaan limbah elektronik.
Praktik keberlanjutan XLSMART juga diperkuat melalui penilaian independen dari CDP dan Fitch Ratings ESG. Melalui #ByeByeBox, perusahaan berupaya menerjemahkan komitmen ESG dan Sustainability tersebut ke dalam aksi nyata yang menghubungkan teknologi, edukasi, perubahan perilaku, serta prinsip ekonomi sirkular.
#ByeByeBox merupakan E-Waste Reverse Vending Machine yang dikembangkan untuk memudahkan masyarakat menyerahkan perangkat elektronik kecil yang sudah tidak digunakan ke jalur pengelolaan yang lebih bertanggung jawab. Dalam kolaborasi XLSMART dan REMIND, perangkat tersebut tidak hanya berfungsi sebagai titik pengumpulan e-waste, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pengelolaan perangkat elektronik secara sirkular.
Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan pertumbuhan konektivitas dan teknologi digital perlu diikuti dengan tanggung jawab dalam mengelola dampak lingkungan yang ditimbulkannya.
“Pertumbuhan konektivitas dan teknologi digital perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab dalam mengelola dampak lingkungannya. Melalui #ByeByeBox, kami ingin membuat pengelolaan e-waste menjadi lebih mudah, dekat, dan relevan bagi generasi muda. Program ini menjadi bagian dari perjalanan XLSMART dalam membangun ekosistem digital yang semakin bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Merza.
Penggunaan #ByeByeBox dirancang sederhana. Masyarakat cukup membawa perangkat elektronik kecil yang sudah tidak digunakan, kemudian mengikuti petunjuk yang tersedia pada layar. Perangkat akan dipindai dan divalidasi menggunakan kamera serta teknologi AI, sebelum kemudian ditimbang secara otomatis dan diterima serta tercatat dalam sistem REMIND.
E-waste yang terkumpul selanjutnya diproses melalui pendekatan pemulihan material dan pengelolaan yang lebih bertanggung jawab. Material yang masih memiliki nilai dapat dipulihkan dan dikembalikan ke dalam siklus pemanfaatan berikutnya sesuai prinsip ekonomi sirkular.
Founder & CEO REMIND, Muhammad Dzikri Ahira Soefihara, mengatakan teknologi menjadi bagian penting untuk membuat pengelolaan e-waste lebih mudah diakses sekaligus dapat diukur dampaknya.
“#ByeByeBox kami kembangkan untuk membuat pengelolaan e-waste menjadi lebih mudah diakses dan terukur. Teknologi membantu proses pengumpulan, pencatatan, serta pemulihan material, sehingga perangkat elektronik yang tidak lagi digunakan masih dapat memiliki nilai dalam siklus pemanfaatan berikutnya,” kata Dzikri.
Pada tahap pertama kampanye yang berlangsung hingga November 2026, XLSMART dan REMIND menargetkan pengumpulan 600 kilogram e-waste. Seluruh limbah elektronik yang terkumpul akan dicatat dan diukur sebagai bagian dari pengukuran dampak program secara keseluruhan.
Pemilihan ITB sebagai lokasi awal Campus Roadshow #ByeByeBox juga berkaitan dengan peran kampus sebagai ruang yang mempertemukan teknologi, keilmuan, sustainability, dan aksi nyata mahasiswa. REMIND yang juga berangkat dari ekosistem ITB menjadikan program tersebut sebagai upaya membawa kembali solusi pengelolaan e-waste kepada generasi mahasiswa berikutnya.
Dekan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung, Prof. Dr.Eng. Ir. Syafrizal, S.T., M.T., mengatakan kampus memiliki posisi penting dalam mendorong lahirnya solusi sekaligus kebiasaan baru yang lebih berkelanjutan.
“Kampus memiliki peran penting dalam mendorong lahirnya solusi dan kebiasaan baru yang lebih berkelanjutan. Kehadiran #ByeByeBox di ITB menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami isu e-waste sekaligus terlibat langsung dalam aksi nyata,” ujarnya.
Program tersebut juga melibatkan kolaborasi lintas sektor antara XLSMART, REMIND, Ikatan Mahasiswa Metalurgi ITB, Institut Teknologi Bandung, GSMA, serta BAPPENAS. Kolaborasi tersebut mempertemukan perspektif dunia usaha, teknologi, akademik, pengelolaan e-waste, hingga kebijakan pembangunan berkelanjutan.
Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/BAPPENAS, Nizhar Marizi, S.T., M.Si., Ph.D, mengatakan penerapan ekonomi sirkular membutuhkan keterlibatan berbagai pihak sekaligus partisipasi masyarakat.
“Ekonomi sirkular membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat. Inisiatif seperti #ByeByeBox membantu membawa prinsip tersebut lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama melalui keterlibatan generasi muda dan pemanfaatan teknologi,” kata Nizhar.
Keberhasilan program tidak hanya diukur berdasarkan jumlah atau berat e-waste yang berhasil dikumpulkan. XLSMART dan REMIND juga melihat jumlah partisipan, tingkat engagement, perubahan perilaku, serta dampak pengelolaan limbah elektronik yang dapat dilaporkan secara konkret dan terukur.
Selama aktivasi di ITB, pengguna XL, AXIS, dan Smartfren juga berkesempatan memperoleh bonus kuota utama berdasarkan berat e-waste yang dikumpulkan melalui #ByeByeBox. Peserta mendapatkan 500 MB untuk e-waste di bawah 1 kilogram, 1 GB untuk 1–2 kilogram, dan 1,5 GB untuk lebih dari 2 kilogram, dengan masa berlaku satu hari. Sementara peserta yang belum menggunakan XL, AXIS, maupun Smartfren berkesempatan mendapatkan kartu perdana sesuai ketersediaan selama periode aktivasi.
Selain mendorong partisipasi masyarakat, pengelolaan e-waste juga dilakukan XLSMART dari sisi internal. Limbah elektronik yang berasal dari kegiatan operasional perusahaan, seperti aktivitas dismantling tower, perangkat jaringan, perangkat IT, baterai, maupun aset elektronik yang telah memasuki akhir masa pakai, dikelola bersama pihak ketiga yang memiliki kompetensi sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Dengan demikian, pengelolaan e-waste XLSMART berjalan melalui dua sisi yang saling melengkapi. Di satu sisi, perusahaan menangani limbah elektronik yang berasal dari operasional internal, sedangkan di sisi lain mendorong perubahan kebiasaan pada tingkat individu dan komunitas.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya XLSMART membangun ekosistem digital yang lebih bertanggung jawab, di mana perkembangan teknologi tidak hanya memberikan manfaat konektivitas dan produktivitas, tetapi juga berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan dan mendukung keberlanjutan Indonesia.(*/Red)
