Masker Wajib, Tapi Jangan Salah Pilih Hijab Saat Kabut Asap Menyelimuti Pontianak dan Sekitarnya

Tugu Gaforaya di Kubu Raya yang diselimuti asap tebal, sumber : istimewa

PONTIANAK, KP – Kabut asap kembali menjadi bagian dari keseharian masyarakat di Pontianak dan sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Udara yang terasa lebih pengap membuat aktivitas di luar rumah tidak lagi senyaman biasanya. Bagi sebagian perempuan muslim, kondisi ini juga menghadirkan persoalan sederhana yang kerap luput diperhatikan, yakni bagaimana tetap nyaman mengenakan hijab sekaligus masker saat harus beraktivitas di luar.

Masker tentu tetap menjadi perlindungan utama untuk mengurangi paparan partikel di udara. Sementara hijab memiliki fungsi yang berbeda. Hijab bukan alat penyaring asap, tetapi bagian rambut dan leher yang tertutup dapat membantu mengurangi debu atau partikel yang menempel langsung pada kulit dan rambut.

Karena itu, ketika kualitas udara sedang kurang baik, kenyamanan menjadi salah satu hal yang layak dipertimbangkan dalam memilih hijab. Apalagi jika masker harus dikenakan selama berjam-jam. Hijab yang terlalu tebal, bertumpuk di sekitar pipi atau dililit terlalu ketat justru bisa membuat area wajah terasa semakin penuh.

Model yang lebih sederhana bisa menjadi pilihan. Hijab yang mudah diatur dan tidak terlalu banyak menumpuk di sekitar pipi serta dagu akan memberi ruang bagi masker untuk menutup hidung dan mulut dengan baik. Pengguna juga tetap bisa tampil rapi tanpa harus membuat lilitan terlalu ketat di sekitar wajah.

Pilihan seperti ini sebenarnya tidak sulit ditemukan. Salah satunya melalui koleksi UNIQLO Hijab yang masuk dalam kategori Modest Wear wanita. Koleksi tersebut diluncurkan di Indonesia pada 10 Agustus 2026 dengan tiga pilihan material, yaitu Hijab AIRism Proteksi Sinar UV, Hijab Satin, dan Hijab Georgette.

UNIQLO Hijab

Ketiganya memiliki karakter yang berbeda sehingga pengguna bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Dari informasi yang tercantum pada lini produk UNIQLO, masing-masing hijab tersebut dibanderol Rp199 ribu. Harga tersebut menjadi bagian dari informasi produk, sementara pilihan akhirnya tentu kembali pada kebutuhan dan kenyamanan masing-masing pengguna.

Untuk aktivitas sehari-hari, misalnya, Hijab AIRism Proteksi Sinar UV bisa menjadi salah satu pilihan. Karakternya yang ringan dan praktis membuatnya relatif mudah ditata, termasuk ketika harus dipakai bersama masker. Penataan hijab yang sederhana juga membuat bagian sekitar telinga dan wajah tidak terlalu penuh.

Ada pula Hijab Satin bagi pengguna yang ingin tetap tampil lebih rapi. Bahan dengan tampilan halus dan kesan elegan membuatnya dapat digunakan untuk berbagai kesempatan. Saat dipadukan dengan masker, gaya yang tidak terlalu bertumpuk di bagian depan wajah bisa dipilih agar tetap nyaman.

Sementara Hijab Georgette bisa menjadi pilihan untuk tampilan yang lebih formal. Karakter kainnya memberikan kesan jatuh dan rapi ketika dikenakan. Sama seperti jenis lainnya, kenyamanan akan lebih mudah didapat jika hijab ditata secara sederhana, terutama ketika masker masih harus digunakan.

Bagi influencer asal Pontianak, Siti Mustiani, persoalan kenyamanan justru menjadi hal yang paling terasa ketika harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik. Menurutnya, pilihan hijab tidak harus selalu mengikuti model, tetapi juga perlu melihat situasi dan aktivitas yang dijalani.

“Kalau kondisi udara sedang kurang baik seperti sekarang, saya lebih memilih hijab yang ringan dan nyaman dipakai dalam waktu lama. Apalagi ketika harus menggunakan masker, hijab yang praktis akan membuat aktivitas menjadi lebih nyaman,” ujar Siti.

Menurut Siti, hijab yang sederhana juga membuat pengguna lebih mudah mengatur posisi masker. Hal kecil seperti ini cukup terasa ketika masker harus dipakai dalam waktu lama, terutama saat bepergian atau melakukan aktivitas di luar rumah.

“Yang paling penting bukan hanya modelnya, tetapi bagaimana hijab tersebut nyaman digunakan dan mudah dipadukan dengan masker maupun pakaian. Setelah digunakan di luar rumah, hijab juga sebaiknya segera dicuci agar tetap bersih,” katanya.

Siti Mustiani salah satu influencer asal Pontianak, sumber : instagram Siti Mustiani

Kebersihan memang menjadi bagian yang tidak kalah penting. Selama digunakan di luar rumah, permukaan kain dapat terkena debu dan partikel yang terdapat di udara. Karena itu, hijab yang sudah digunakan sebaiknya tidak langsung dipakai kembali sebelum dicuci, terutama jika pengguna cukup lama berada di luar ruangan.

Sesampainya di rumah, kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan, membersihkan wajah dan rambut, serta mengganti pakaian juga dapat dilakukan setelah terpapar udara luar. Langkah tersebut menjadi semakin relevan ketika kondisi udara sedang dipenuhi asap dan debu.

Meski begitu, penggunaan hijab tetap tidak boleh dipahami sebagai pengganti masker. Ketika kabut asap cukup pekat, masyarakat yang memang harus keluar rumah tetap perlu menggunakan masker yang sesuai dan memasangnya dengan benar sehingga hidung dan mulut tertutup dengan baik.

Jika tidak ada keperluan mendesak, mengurangi aktivitas di luar ruangan juga dapat menjadi pilihan ketika kualitas udara memburuk. Terlebih bagi kelompok yang lebih rentan terhadap dampak polusi udara, perhatian terhadap kondisi lingkungan sekitar menjadi semakin penting.

Pada akhirnya, memilih hijab ketika kabut asap bukan semata soal mengikuti tren atau mencari tampilan yang menarik. Ada kenyamanan, kemudahan bergerak, penggunaan masker, hingga kebersihan yang perlu dipikirkan. Tiga pilihan dalam koleksi UNIQLO Hijab, yakni AIRism Proteksi Sinar UV, Satin, dan Georgette, bisa menjadi alternatif yang disesuaikan dengan aktivitas dan gaya masing-masing.

Sebab dalam situasi seperti sekarang, tampil rapi tetap penting, tetapi merasa nyaman selama harus menjalani aktivitas di tengah udara yang kurang bersahabat juga tidak kalah penting.(Rif)
Lebih baru Lebih lama

ads

ads

نموذج الاتصال