![]() |
| IHGMA dan Primatelindo Salurkan 5.000 Masker serta Vitamin |
PONTIANAK, KP – Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat diwujudkan melalui kolaborasi PT Primadona Media Digitalindo (Primatelindo) bersama Indonesian Hotel General Managers Association (IHGMA) Kalimantan Barat.
Kolaborasi tersebut diwujudkan dengan menyalurkan sebanyak 5.000 masker dan vitamin kepada posko penanganan karhutla serta masyarakat di Kota Pontianak dan sekitarnya, Jumat (18/9/2026). Bantuan disalurkan ke Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya dan BPBD Provinsi Kalimantan Barat.
Selain mendukung posko penanganan karhutla, bantuan juga dibagikan secara langsung kepada masyarakat di kawasan Tugu Digulis, Pontianak. Kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan dunia usaha terhadap upaya pemerintah dalam menangani dampak karhutla sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan ketika kualitas udara terdampak asap.
Perwakilan PT Primadona Media Digitalindo, Irhas, mengatakan kondisi karhutla bukan hanya menjadi perhatian pemerintah, tetapi juga merupakan persoalan yang membutuhkan kepedulian bersama. Karena itu, penyaluran masker dan vitamin diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat maupun petugas yang berada di lapangan.
“Kami melihat kondisi karhutla ini bukan hanya menjadi perhatian pemerintah, tetapi juga menjadi kepedulian kita bersama. Melalui 5.000 masker dan vitamin yang kami salurkan, kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat maupun para petugas yang berada di lapangan. Bagi kami, ini adalah bentuk kontribusi sederhana dari dunia usaha untuk ikut mendukung masyarakat di tengah situasi seperti ini,” ujar Irhas.
Dukungan tersebut sekaligus memperlihatkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi, dan masyarakat dalam menghadapi dampak karhutla. Bantuan yang disalurkan melalui posko diharapkan dapat menunjang kebutuhan masyarakat dan petugas, sementara pembagian masker secara langsung menjadi bagian dari upaya perlindungan masyarakat dari paparan asap.
Ketua IHGMA Kalimantan Barat, Exsan, mengatakan kolaborasi antarorganisasi dan pelaku usaha menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak karhutla di Kalimantan Barat. Menurutnya, sektor perhotelan tidak hanya berperan dalam aktivitas bisnis dan pariwisata, tetapi juga memiliki ruang untuk berkontribusi terhadap kondisi sosial dan lingkungan di daerah.
“Sebagai bagian dari masyarakat Kalimantan Barat, kami dari IHGMA merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut mengambil bagian dalam situasi seperti ini. Kolaborasi dengan Primatelindo menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian kami, terutama dalam membantu masyarakat melindungi diri dari dampak asap. Kami berharap langkah kecil ini dapat memberikan manfaat dan sekaligus mengajak lebih banyak pihak untuk bersama-sama peduli terhadap kondisi karhutla di Kalimantan Barat,” ungkap Exsan.
Sementara itu, kondisi karhutla Kalimantan Barat per 18 September 2026 disebut menunjukkan perkembangan positif dengan jumlah titik hotspot yang semakin rendah. Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Ridwan, S.T., M.M., mengatakan penanganan masih terus dilakukan, dengan fokus di antaranya berada di wilayah Ketapang dan Kayong Utara.
“Per tanggal 18 September 2026, titik hotspot sudah semakin rendah. Kini fokus penanganan berada di wilayah Ketapang dan Kayong Utara. Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan di wilayah yang masih membutuhkan perhatian. Kami juga sangat mengapresiasi kegiatan kepedulian seperti ini, karena dukungan dari berbagai pihak tentunya memberikan manfaat bagi masyarakat yang berada di tengah kondisi karhutla,” ujar Ridwan.
Melalui kegiatan tersebut, Primatelindo dan IHGMA Kalimantan Barat berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan petugas di lapangan. Kolaborasi itu sekaligus menjadi bentuk kepedulian dunia usaha dan organisasi terhadap kondisi sosial serta lingkungan di Kalimantan Barat di tengah situasi karhutla.(*/Red)
