![]() |
| Rumah Sakit Baru di Kuching Bidik Pasien Indonesia |
KUCHING,KP – Malaysia terus memperkuat sektor wisata medis (medical tourism) di Asia Tenggara. Salah satu langkah terbaru dilakukan HMI Medical dengan membangun Regency Specialist Hospital Kuching di kawasan Northbank, Kuching, Sarawak.
Rumah sakit swasta tersier tersebut dibangun dengan investasi tahap awal lebih dari RM400 juta dan memiliki kapasitas 300 tempat tidur. Regency Specialist Hospital Kuching ditargetkan mulai beroperasi pada 2029 dan akan menjadi rumah sakit swasta pertama milik HMI Medical di Sarawak.
Pembangunan rumah sakit ditandai dengan peletakan batu pertama yang diresmikan Premier Sarawak, Datuk Patinggi Tan Sri Abang Johari Tun Openg. Rumah sakit ini dirancang sebagai SMART Tertiary Hospital yang mengintegrasikan teknologi medis, sistem digital yang saling terhubung, serta alur kerja klinis berbasis teknologi untuk menghadirkan layanan kesehatan spesialis yang berorientasi pada pasien.
Pada tahap awal, rumah sakit akan menyediakan sejumlah layanan spesialis, di antaranya pusat kanker, smart wards, ruang operasi berteknologi canggih, Intensive Care Unit (ICU), fasilitas diagnostik dan perawatan, serta layanan multidisiplin lainnya. Pengembangan tahap berikutnya akan dilakukan dengan menambah kapasitas dan pusat layanan unggulan sesuai kebutuhan masyarakat.
CEO HMI Medical Group, Chin Wei Jia, mengatakan pembangunan Regency Specialist Hospital Kuching merupakan respons terhadap meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan di Sarawak. Pertumbuhan ekonomi, populasi, konektivitas, serta investasi di wilayah tersebut dinilai turut mendorong kebutuhan terhadap layanan kesehatan yang lebih lengkap.
“Seiring kebutuhan kesehatan yang semakin kompleks, Sarawak membutuhkan kapasitas yang lebih besar dan kemampuan spesialis yang lebih kuat. Regency Specialist Hospital Kuching merupakan respons HMI Medical terhadap pertumbuhan tersebut, dengan memperluas akses terhadap layanan kesehatan berkualitas dan mendukung kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Chin Wei Jia.
Investasi tersebut juga dilakukan di tengah pertumbuhan sektor medical tourism Sarawak. Berdasarkan laporan publik, jumlah healthcare travellers yang datang ke Sarawak meningkat dari 64.393 orang pada 2023 menjadi 76.796 orang pada 2024. Jumlah tersebut kemudian menembus lebih dari 104.000 pasien pada 2025, dengan Kuching menjadi salah satu kontributor utama.
Pertumbuhan jumlah pasien dari luar daerah maupun luar negeri menunjukkan semakin besarnya permintaan terhadap layanan kesehatan tersier dan spesialis di Sarawak. Kehadiran Regency Specialist Hospital Kuching diharapkan dapat memperluas pilihan layanan kesehatan, baik bagi masyarakat lokal maupun pasien internasional.
Indonesia menjadi salah satu pasar yang turut mendapat perhatian. Untuk mendukung akses pasien internasional, HMI Medical saat ini memiliki 12 kantor perwakilan di Indonesia. Jaringan tersebut menjadi salah satu sarana bagi HMI Medical untuk menjangkau masyarakat Indonesia yang membutuhkan layanan kesehatan di Malaysia.
Regency Specialist Hospital Kuching juga akan memanfaatkan pengalaman HMI Medical selama 28 tahun di sektor layanan kesehatan Malaysia. Pengalaman tersebut antara lain berasal dari Regency Specialist Hospital di Johor Bahru dan Mahkota Medical Centre di Melaka yang telah melayani pasien lokal maupun internasional.
Kedua rumah sakit tersebut merupakan anggota Elite Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC), sehingga pengalaman dalam menangani pasien internasional menjadi salah satu modal yang akan dibawa HMI Medical dalam mengembangkan fasilitas barunya di Kuching.
Selain memperkuat layanan kesehatan, pembangunan rumah sakit ini diproyeksikan memberikan dampak terhadap perekonomian Sarawak. Regency Specialist Hospital Kuching ditargetkan menciptakan lebih dari 1.000 lapangan pekerjaan yang mencakup tenaga medis, keperawatan, tenaga kesehatan penunjang, manajemen, teknis, hingga staf pendukung.
HMI Medical juga menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian penting dari proyek tersebut. Berbagai program disiapkan, mulai dari beasiswa, sponsorship pendidikan, cross-training, clinical attachment, jalur pengembangan tenaga spesialis hingga pengembangan profesional lanjutan melalui kerja sama dengan institusi pendidikan dan rumah sakit universitas di Malaysia maupun luar negeri.
Untuk mendukung program tersebut, HMI Medical mengalokasikan RM50 juta selama lima tahun melalui HMI Malaysia Healthcare Workforce 2030 Fund. Dana tersebut diarahkan untuk membangun tenaga kesehatan yang siap menghadapi kebutuhan layanan medis masa depan sekaligus memperkuat posisi Malaysia sebagai pusat layanan kesehatan regional.
CEO HMI Malaysia, Stanley Lam, mengatakan pengembangan talenta lokal menjadi salah satu prioritas sebelum rumah sakit mulai beroperasi pada 2029.
“Dengan bekerja sama dengan institusi pendidikan dan organisasi kesehatan, kami membangun pipeline tenaga profesional terampil untuk membentuk generasi layanan kesehatan berikutnya di Sarawak,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Richard Chew, Senior Consultant General Surgeon sekaligus Board Director HMI Medical untuk rumah sakit di Malaysia, menyebut pembangunan fasilitas kesehatan tersebut memiliki arti khusus baginya karena merupakan warga Sarawak.
Investasi pada rumah sakit dan pengembangan tenaga kesehatan, menurutnya, menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem layanan kesehatan yang berkelanjutan di Sarawak.
Dengan investasi awal lebih dari RM400 juta, kapasitas 300 tempat tidur, penerapan konsep SMART Hospital, serta dukungan program pengembangan tenaga kesehatan senilai RM50 juta, Regency Specialist Hospital Kuching diproyeksikan menjadi tambahan kapasitas layanan kesehatan spesialis di Sarawak. Kehadirannya sekaligus membuka pilihan baru bagi pasien internasional, termasuk masyarakat Indonesia, yang mencari layanan kesehatan di Malaysia.
