![]() |
| BMHS Perkuat Peran Keluarga dalam Dukung Tumbuh Kembang Anak |
JAKARTA, KP – PT Bundamedik Tbk (BMHS/RS Bunda Group) kembali menghadirkan Bunda Parenting Convention 2026 sebagai ruang edukasi dan kolaborasi bagi keluarga dalam mendukung kesehatan serta tumbuh kembang anak sejak awal kehidupan.
Kegiatan yang digelar RSIA Bunda Jakarta tersebut mengangkat tema From The First Heartbeat to a Bright Future, Every Step Matters dan menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Internasional serta Pekan Menyusui Internasional 2026.
Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk (BMHS), Dr. dr. Ivan Rizal Sini, mengatakan kesehatan ibu dan anak tidak hanya bergantung pada layanan medis, tetapi juga membutuhkan ekosistem yang melibatkan edukasi dan peran aktif keluarga.
“Selama lebih dari lima dekade, BMHS terus memperkuat ekosistem keluarga agar mampu mendampingi tumbuh kembang anak sejak awal kehidupan hingga tumbuh optimal. Komitmen ini kami wujudkan dengan mengintegrasikan layanan klinis, edukasi, dan pendampingan keluarga, sekaligus aktif membuka ruang kolaborasi bagi berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem pengasuhan. Melalui pendekatan ini, kami ingin memastikan keluarga Indonesia memperoleh dukungan yang relevan dan berkelanjutan dalam menghadapi berbagai tantangan pengasuhan di era modern,” ujar Ivan.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem kesehatan keluarga, BMHS terus mengembangkan Center of Excellence kesehatan wanita dan anak melalui layanan multidisiplin. Di RSIA Bunda Jakarta, pendekatan tersebut diterapkan melalui kolaborasi dokter spesialis dan subspesialis, penerapan Family Integrated Care (FICare) dan Kangaroo Mother Care (KMC) di Neonatal Intensive Care Unit (NICU), serta edukasi sejak masa antenatal hingga tahapan tumbuh kembang anak.
Melalui pendekatan tersebut, orang tua didorong untuk terlibat aktif dalam proses perawatan dan tumbuh kembang anak sejak dini.
Komisaris Independen BMHS, Retno Marsudi, menekankan pentingnya dukungan keluarga dalam membentuk nilai dan karakter anak sejak awal kehidupan.
“Sebagai seorang ibu, saya percaya bahwa ibu adalah arsitek kehidupan. Nilai dan prinsip tidak pertama kali disemai di institusi pendidikan, tetapi dari rumah sejak dini, dan ibu adalah penyemai pertama. Menjalankan peran sebagai perempuan yang bekerja sekaligus membangun keluarga memang penuh tantangan, tetapi sesuatu yang sangat mungkin dan dapat dilakukan. Dengan teamwork sebagai kunci dalam keluarga serta lingkungan yang mendukung, ibu dapat menjalankan kedua perannya secara optimal. Karena itu, empowering women means investing in a brighter and better future,” ujar Retno.
Menurut BMHS, tantangan tumbuh kembang anak di era modern semakin kompleks. Orang tua tidak hanya dihadapkan pada kebutuhan fisik anak, tetapi juga harus memahami aspek nutrisi, stimulasi perkembangan, hingga kesehatan mental keluarga.
Selain itu, derasnya arus informasi kesehatan yang belum tentu kredibel membuat keluarga membutuhkan edukasi dan pendampingan dari sumber yang tepat.
Dokter Spesialis Anak RSIA Bunda Jakarta, dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, Sp.A., MARS., mengatakan kesiapan keluarga dan komunitas menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai tantangan tumbuh kembang anak.
“Tantangan tumbuh kembang anak di era modern tidak lagi hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga kesiapan keluarga serta komunitas dalam mendapatkan dukungan dan edukasi yang tepat bagi tumbuh kembang anak. Karena itu, melalui Bunda Parenting Convention yang juga diadakan dalam rangka Hari Anak Internasional dan Pekan Menyusui Internasional 2026, RSIA Bunda Jakarta melalui jajaran dokter multidisiplin berkomitmen mendukung dan mendampingi keluarga memperoleh pengetahuan dan pendampingan yang relevan untuk setiap tahap tumbuh kembang anak secara optimal,” katanya.
Sementara itu, Dokter Anak Konsultan Neonatologi RSIA Bunda Jakarta, Dr. dr. R. Adhi Teguh Perma Iskandar, Sp.A., Subsp.Neo., menyoroti pentingnya keterlibatan keluarga dalam perawatan bayi prematur, termasuk setelah bayi diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
“Perawatan bayi prematur tidak berhenti saat bayi diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Keterlibatan aktif seluruh anggota keluarga menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan, serta kesiapan bayi menghadapi berbagai tantangan di awal kehidupannya. Karena itu, edukasi untuk seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses perawatan. Melalui Bunda Parenting Convention, kami ingin membekali keluarga dengan pengetahuan yang tepat agar mereka lebih percaya diri dalam merawat bayi prematur dan mendukung tumbuh kembangnya secara optimal,” jelas Adhi.
Bunda Parenting Convention 2026 dirancang sebagai ruang belajar bagi keluarga untuk mendapatkan pengetahuan, dukungan, serta perspektif dari para ahli mengenai berbagai isu kesehatan ibu dan anak.
Melalui kegiatan tersebut, BMHS menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem kesehatan keluarga yang mengintegrasikan layanan medis, edukasi, serta keterlibatan orang tua dan lingkungan pendukung secara berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu anak tumbuh dan berkembang secara optimal sejak awal kehidupan.
