![]() |
| Peringatan Hari Anak Nasional di Kodam XII/Tpr |
KUBU RAYA, KP – Momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 dimanfaatkan Kodam XII/Tanjungpura untuk menegaskan pentingnya perlindungan anak sebagai fondasi pembangunan bangsa. Melalui upacara yang digelar di Lapangan Tidayu, Makodam XII/Tpr, Kamis (23/7), Kasdam XII/Tanjungpura Brigjen TNI Bambang Sujarwo, S.H., M.Sos., M.M., mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang generasi penerus.
Upacara yang berlangsung khidmat tersebut diikuti prajurit serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Makodam XII/Tpr. Peringatan HAN tahun ini mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", yang dinilai bukan sekadar slogan, melainkan pengingat bahwa setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi dalam pembangunan sesuai usia serta tingkat kematangannya.
Membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, Brigjen TNI Bambang Sujarwo menegaskan bahwa anak merupakan pribadi yang berharga dan harus dihormati. Menurutnya, anak tidak boleh dipandang hanya sebagai objek pembangunan, tetapi sebagai subjek yang memiliki hak untuk didengar dan dilibatkan dalam berbagai aspek kehidupan.
Ia juga mengingatkan bahwa perlindungan terhadap anak menjadi tanggung jawab bersama. Berbagai ancaman seperti kekerasan, eksploitasi, penelantaran, diskriminasi, perkawinan anak, hingga perundungan, baik di dunia nyata maupun ruang digital, harus dicegah melalui peran aktif seluruh komponen bangsa.
Kasdam menilai upaya perlindungan anak tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan sinergi lintas sektor yang melibatkan keluarga sebagai pelindung pertama dan utama, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, hingga pemerintah pusat dan daerah.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang mampu menjamin terpenuhinya hak-hak anak sekaligus membentuk generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Mengakhiri amanatnya, Brigjen TNI Bambang Sujarwo menegaskan bahwa investasi terbaik bagi Indonesia bukan hanya pembangunan fisik maupun infrastruktur, melainkan investasi terhadap sumber daya manusia melalui pemenuhan hak dan perlindungan anak.
"Ketika seluruh pihak bersatu melindungi anak dan memastikan hak-haknya terpenuhi, sesungguhnya kita sedang membangun fondasi masa depan bangsa yang lebih maju, adil, dan berkelanjutan," ujarnya.


