![]() |
| Kepala BPS Provinsi Kalbar saat menyampaikan Berita Resmi Statistik |
PONTIANAK, KP – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat merilis sejumlah indikator strategis ekonomi daerah yang menunjukkan dinamika pada berbagai sektor sepanjang Mei hingga Juni 2026. Mulai dari inflasi, nilai tukar petani, perdagangan luar negeri, pariwisata, hingga transportasi mengalami perubahan yang mencerminkan kondisi perekonomian Kalbar.
Pada Juni 2026, inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) Kalimantan Barat tercatat sebesar 3,28 persen. Dari seluruh wilayah pemantauan, Kabupaten Sintang menjadi daerah dengan tingkat inflasi tertinggi, yakni mencapai 3,71 persen.
Di sektor pertanian, kesejahteraan petani yang tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami penurunan. BPS mencatat NTP Kalimantan Barat pada Juni 2026 berada di angka 176,87 atau turun 0,85 persen dibandingkan Mei 2026. Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga turun lebih dalam, yakni 1,43 persen menjadi 181,28 poin.
Kinerja perdagangan luar negeri Kalimantan Barat juga mengalami perlambatan pada Mei 2026. Nilai ekspor tercatat sebesar 160,68 juta dolar Amerika Serikat atau turun 19,16 persen dibandingkan April 2026. Di sisi lain, impor justru meningkat 19,10 persen menjadi 99,52 juta dolar Amerika Serikat.
Meski demikian, Kalimantan Barat masih membukukan surplus neraca perdagangan sebesar 61,16 juta dolar Amerika Serikat. Namun, nilai surplus tersebut turun cukup tajam, yakni 46,91 persen dibandingkan bulan sebelumnya seiring melemahnya nilai ekspor.
Sektor pariwisata menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kalimantan Barat pada Mei 2026 mencapai 56,26 persen. Angka tersebut meningkat 5,83 poin persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meski secara bulanan mengalami penurunan sebesar 2,50 poin persen dibanding April 2026.
Sementara itu, sektor transportasi mencatat penurunan jumlah penumpang baik angkutan udara maupun laut. Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang datang ke Kalimantan Barat pada Mei 2026 tercatat sebanyak 100.778 orang atau turun 22,75 persen dibandingkan April 2026.
Penurunan lebih tajam terjadi pada angkutan laut domestik. Selama Mei 2026, jumlah penumpang yang datang melalui jalur laut hanya mencapai 8.252 orang atau merosot 66,95 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Secara umum, data BPS menunjukkan perekonomian Kalimantan Barat masih mencatat surplus perdagangan dan tingkat okupansi hotel yang cukup baik. Namun, penurunan ekspor, melemahnya nilai tukar petani, serta berkurangnya mobilitas penumpang menjadi indikator yang perlu menjadi perhatian dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah pada periode berikutnya.(*/Red)


