![]() |
| Pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 |
PONTIANAK,KP - Bank Indonesia (BI) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali melaksanakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 sebagai upaya menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui penyediaan uang Rupiah layak edar di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).
Kegiatan ERB Kalimantan Barat 2026 berlangsung pada 5–11 Mei 2026 dengan menyasar lima pulau 3T, yakni Pulau Karimata, Pulau Maya, Pulau Cempedak, Pulau Pelapis, dan Pulau Padang Tikar. Distribusi uang Rupiah dilakukan menggunakan KRI Karotang 872.
Pelepasan misi ini digelar pada 5 Mei 2026 dan dihadiri Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, serta Komandan Koarmada XII Laksamana Muda TNI Sawa.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, mengatakan wilayah Kalbar dipilih karena memiliki posisi strategis yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
“Rupiah merupakan simbol kedaulatan negara yang harus dijaga keberadaan dan penggunaannya, terutama di wilayah perbatasan serta kawasan 3T,” ujar Doni di Pontianak, Senin (5/5/2026).
Ia menjelaskan, distribusi uang Rupiah di wilayah 3T masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau hingga keterbatasan infrastruktur.
Selain itu, tingkat literasi masyarakat dalam memperlakukan uang juga menjadi perhatian. BI masih menemukan uang tidak layak edar akibat kebiasaan melipat, menstaples, maupun membasahi uang.
“Edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya merawat Rupiah menjadi bagian penting dalam pelaksanaan ERB,” katanya.
Doni juga menyoroti masih ditemukannya penggunaan mata uang asing di sejumlah wilayah perbatasan yang berpotensi memengaruhi kedaulatan mata uang nasional.
Sejak 2012 hingga 2025, program ERB telah menjangkau 465 pulau melalui 190 kegiatan kas keliling. Khusus pada 2025, ERB menjangkau 90 pulau melalui 18 kegiatan dengan total nilai penukaran uang mencapai Rp154,4 miliar.
Pada 2026, ERB ditargetkan menjangkau 97 pulau di 19 provinsi di Indonesia.
Menurut Doni, sinergi antara BI dan TNI AL tidak hanya mendukung pemenuhan kebutuhan uang layak edar, tetapi juga memperkuat kedaulatan NKRI hingga ke pelosok negeri.
“TNI AL menjaga kedaulatan dari sisi pertahanan dan militer, sementara Bank Indonesia memastikan kedaulatan ekonomi melalui keberadaan Rupiah sebagai simbol negara,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut dinilai lebih efisien serta mendukung pengurangan emisi karbon karena distribusi Rupiah dilakukan bersamaan dengan operasi patroli TNI AL di wilayah perairan Indonesia.
Program sinergi BI dan TNI AL melalui ERB bahkan telah memperoleh pengakuan internasional melalui penghargaan 11th Annual Central Banking Award 2024 di London.
Bank Indonesia menegaskan akan terus memperluas jangkauan layanan kas serta meningkatkan literasi masyarakat mengenai Rupiah melalui sinergi yang inklusif dan berkelanjutan.(*/Red)


