![]() |
| Indikator Ekonomi Kalbar pada Triwulan I tahun 2026 |
PONTIANAK,KP – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat merilis sejumlah indikator strategis daerah yang menunjukkan tren positif pada pertumbuhan ekonomi dan ketenagakerjaan, di tengah tantangan ketimpangan gender serta perubahan struktur demografi masyarakat.
Pada Triwulan I-2026, perekonomian Kalimantan Barat mencatat pertumbuhan sebesar 6,14 persen secara year-on-year (y-on-y). Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp86,78 triliun, sementara atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 sebesar Rp44,21 triliun.
Capaian tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi daerah masih tumbuh kuat dan ditopang berbagai sektor produktif di Kalimantan Barat. Pertumbuhan ini sekaligus mencerminkan daya tahan ekonomi daerah di tengah dinamika ekonomi global yang masih berlangsung.
Dari sisi ketenagakerjaan, jumlah angkatan kerja pada Februari 2026 tercatat sebanyak 3,04 juta orang atau meningkat 131,64 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga naik menjadi 69,65 persen atau bertambah 2,01 persen poin dibanding Februari 2025.
Meski demikian, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kalimantan Barat turut mengalami kenaikan menjadi 4,57 persen atau naik 0,34 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan peningkatan jumlah tenaga kerja belum sepenuhnya diimbangi dengan penyerapan lapangan pekerjaan yang optimal.
BPS juga mencatat adanya perbaikan pada Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Kalimantan Barat tahun 2025. Nilai IKG turun menjadi 0,488 atau membaik 0,005 poin dibanding tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut terutama didorong oleh membaiknya dimensi pasar tenaga kerja dan kesehatan reproduksi. Namun demikian, aspek pemberdayaan perempuan masih menjadi tantangan, terutama pada tingkat pendidikan perempuan. Persentase perempuan dengan pendidikan minimal SMA tercatat turun tipis dari 30,77 persen menjadi 30,61 persen.
Sementara itu, hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 menunjukkan rata-rata laju pertumbuhan penduduk Kalimantan Barat selama lima tahun terakhir mencapai 1,33 persen per tahun dengan rasio ketergantungan sebesar 44,93.
Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate/TFR) tercatat sebesar 2,25 atau masih berada di atas replacement level. Di sisi lain, Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate/IMR) terus menunjukkan penurunan hingga berada pada angka 14,83.
BPS juga memproyeksikan Kalimantan Barat mulai memasuki fase ageing population atau penuaan penduduk. Hal ini terlihat dari persentase penduduk lanjut usia yang telah mencapai 9,88 persen dari total populasi.
Perubahan struktur demografi tersebut dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah daerah dalam menyiapkan kebijakan pembangunan jangka panjang, khususnya pada sektor kesehatan, ketenagakerjaan, pendidikan, dan perlindungan sosial.(*/Red)


