PONTIANAK,KP - Universitas Tanjungpura (Untan) menegaskan komitmennya untuk terus menjadi perguruan tinggi unggul, berdampak, dan berkelanjutan dalam Rapat Terbuka Senat Dies Natalis ke-67 yang berlangsung di Auditorium Untan Pontianak, Rabu (20/5/2026).
Mengusung tema “Harmoni untuk Kemajuan Peradaban”, perayaan Dies Natalis tahun ini menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan arah pembangunan Untan sebagai kampus yang mengedepankan sinergi antara ilmu pengetahuan, teknologi, lingkungan, dan nilai keberlanjutan.
Rektor Untan, Garuda Wiko, dalam pidatonya menyampaikan bahwa Untan memiliki tanggung jawab strategis sebagai perguruan tinggi di wilayah tropis yang kaya sumber daya alam untuk menghadirkan riset dan inovasi berbasis kebutuhan lokal yang mampu menjawab tantangan global.
“Untan tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pengungkit pertumbuhan dan pembangunan bangsa melalui inovasi yang berdampak,” ujarnya.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian dalam pidato tersebut adalah Bio-Silika™, teknologi pengolahan limbah pertambangan menjadi pupuk yang dinilai mampu mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus memberi nilai ekonomi bagi masyarakat.
Menurut Garuda Wiko, arah pengembangan Untan juga sejalan dengan pesan Presiden Republik Indonesia terkait pentingnya pendidikan, sains, dan teknologi sebagai fondasi kemajuan bangsa. Hal itu diwujudkan melalui penguatan sumber daya manusia, peningkatan kualitas riset strategis, hingga perluasan pengabdian masyarakat pada sektor pangan, energi terbarukan, pertambangan, dan pengembangan wilayah tropis.
Dalam kesempatan itu, Rektor Untan mengungkapkan seluruh indikator kinerja utama (IKU) Untan pada 2025 berhasil tercapai. Beberapa capaian bahkan melampaui target, seperti IKU kerja sama program studi yang mencapai 227 persen serta IKU akreditasi dan sertifikasi internasional program studi sebesar 239 persen.
Saat ini Untan memiliki sembilan fakultas dengan 102 program studi dari jenjang diploma hingga doktoral. Sebanyak 21 program studi telah terakreditasi unggul dan 16 program studi meraih akreditasi internasional, terdiri atas 13 program studi terakreditasi ACQUIN dan tiga program studi ASIIN.
Pada bidang penelitian, Untan mencatat 39 penelitian didanai kementerian serta 744 penelitian inovasi yang memperoleh dukungan pendanaan internal sepanjang 2025. Peningkatan juga terlihat pada jumlah publikasi ilmiah nasional maupun internasional.
Prestasi membanggakan lainnya, untuk pertama kalinya pada 2025 Untan menempati peringkat ketujuh lembaga dengan publikasi riset terbaik versi Nature Index.
“Ini menjadi prestasi yang sangat bermakna dan menunjukkan kualitas publikasi riset Untan terus meningkat,” katanya.
Dari sisi kemahasiswaan, Untan saat ini memiliki 33.983 mahasiswa, termasuk 121 mahasiswa asing. Selama 2025, mahasiswa Untan berhasil meraih 377 prestasi, dengan 51 di antaranya merupakan prestasi tingkat internasional.
Capaian tersebut mengantarkan Untan meraih predikat Unggul Klaster 1 dalam Sistem Pemeringkatan Prestasi Mahasiswa (Simkatmawa) Kemdiktisaintek serta menempatkan Untan dalam 20 besar kampus paling berprestasi di Indonesia.
Sementara pada bidang kerja sama, Untan telah menjalin 2.348 kemitraan di tingkat nasional maupun internasional dan dipercaya memimpin Forum Rektor Indonesia pada 2025.
Menutup pidatonya, Garuda Wiko menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung perkembangan Untan, mulai dari pemerintah daerah, Forkopimda, dunia usaha, media massa, hingga civitas akademika.
“Untan tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan seluruh pemangku kepentingan. Mari jadikan Untan sebagai rumah besar bersama untuk Indonesia maju,” pungkasnya. (*/Red)

