![]() |
| Evakuasi Jenazah di landasan perintis di Kabupaten Nduga |
NDUGA, KP - Suasana haru mewarnai landasan udara perintis di Kabupaten Nduga ketika prajurit Satgas Yon Parako 466 Pasgat bersama warga setempat bergotong royong melakukan proses evakuasi dan pemulangan jenazah menggunakan pesawat perintis, Senin (21/4/2026).
Jenazah yang tiba menggunakan pesawat kecil tersebut tampak terbungkus rapat dengan terpal biru dan lakban cokelat. Setibanya di landasan, proses penurunan dilakukan dengan penuh kehati-hatian serta penghormatan, mencerminkan suasana duka yang dirasakan bersama.
Di lokasi, tidak tampak sekat antara aparat berseragam dan masyarakat sipil. Prajurit TNI yang tengah bertugas langsung membantu keluarga duka dan warga sekitar mengangkat peti jenazah dari pesawat menuju kendaraan penjemput yang telah disiapkan. Proses ini dilakukan secara bersama-sama dalam semangat kebersamaan yang kuat.
Sejumlah warga juga terlihat membawa karangan bunga duka cita, sementara lainnya berkumpul di sekitar area landasan untuk menyambut kedatangan jenazah kerabat mereka. Suasana tersebut berlangsung khidmat dan penuh empati.
Danpos Satgas Yon Parako 466 Pasgat, Lettu Pas Richo Hamdan, S.Tr.(Han), menyampaikan bahwa kehadiran prajurit di wilayah penugasan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada bantuan kemanusiaan bagi masyarakat.
"Dapat membantu warga seperti ini sangat berarti bagi kami. Di daerah terpencil seperti ini, transportasi udara adalah urat nadi, dan kehadiran kami diharapkan dapat membantu dan mempermudah kegiatan masyarakat," ujarnya.
Usai diturunkan dari pesawat, peti jenazah kembali diangkat secara bergotong royong oleh prajurit TNI dan warga untuk dimasukkan ke dalam kendaraan ambulans yang telah disiagakan. Jenazah kemudian diberangkatkan menuju rumah duka untuk proses pemakaman.
Peristiwa ini menjadi gambaran nyata kemanunggalan TNI dan rakyat di wilayah Papua Pegunungan, di mana prajurit tidak hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga hadir dalam momen-momen kemanusiaan masyarakat. Seluruh rangkaian proses evakuasi berlangsung lancar, aman, dan penuh rasa hormat.(*/Red)


