![]() |
| Siswa SMK Bina Utama Pontianak mendengarkan penjelasan terkait AI |
PONTIANAK,KP – Upaya peningkatan kompetensi digital di kalangan pelajar terus diperkuat melalui kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) bertema “Pelatihan Smart Design: Bangun Bisnis Visual dengan Memanfaatkan AI” yang digelar di SMK Bina Utama Pontianak, Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini diikuti 45 siswa yang merupakan pengurus OSIS dengan fokus pada pengembangan keterampilan kreatif berbasis teknologi kecerdasan buatan.
Ketua PKM, Febrianawati, menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali siswa agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai peluang, khususnya dalam membangun bisnis visual yang berkelanjutan.
“Melalui pelatihan ini, siswa diharapkan mampu memahami bagaimana AI dapat digunakan secara positif dalam membangun bisnis visual tanpa harus merasa khawatir terhadap perubahan zaman yang terus berkembang,” ujarnya.
Dalam sesi materi, narasumber Windi Pratiwi menyampaikan bahwa antusiasme peserta terlihat tinggi, terutama saat praktik langsung menggunakan platform desain berbasis AI seperti Canva AI untuk pembuatan gambar serta Flow AI untuk produksi video.
“Mereka tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga sangat aktif dalam praktik, sehingga hasil karya yang dihasilkan cukup kreatif dan inovatif,” ungkapnya.
Kepala Sekolah SMK Bina Utama Pontianak, Nurisah, turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini mampu memberikan arah yang jelas bagi siswa dalam memanfaatkan teknologi secara produktif.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena mampu mengarahkan siswa dalam menggunakan teknologi secara produktif, sehingga hasil yang dihasilkan menjadi lebih konkret dan bernilai,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bagian HAKI LPPM Universitas Panca Bhakti, Aris Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program PKM yang didanai perguruan tinggi sebagai implementasi Tri Dharma, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kompetensi siswa serta mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah,” jelasnya.
Melalui pelatihan ini, siswa tidak hanya diperkenalkan pada pemanfaatan kecerdasan buatan, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan keterampilan tersebut menjadi peluang usaha di bidang bisnis visual yang kreatif, inovatif, dan kompetitif di era digital.


