![]() |
| Kepala Cabang Maxim Pontianak, Dwi Janarko saat ditemui oleh Kapuas Post |
PONTIANAK, KP - Layanan transportasi dan pengiriman berbasis aplikasi, Maxim, mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan signifikan ini tidak hanya terlihat dari peningkatan jumlah pengguna, tetapi juga dari penguatan layanan yang semakin terintegrasi dalam mendukung kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.
Kepala Cabang Maxim Pontianak, Dwi Janarko, mengungkapkan bahwa sepanjang 2025, pihaknya berhasil mencatat tren pertumbuhan sebesar 47 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut turut didorong oleh kontribusi layanan pengiriman atau delivery yang mengalami peningkatan sebesar 19 persen.
“Alhamdulillah di 2025 ini di Maxim kita mendapatkan pencapaian yang cukup positif dengan tren pertumbuhan di angka 47 persen dibanding dengan tahun lalu. Dan ada pun sumbangsihnya salah satunya juga dari pertumbuhan delivery kami sebesar 19 persen,” ujarnya.
Dari sisi operasional, Dwi menjelaskan bahwa jumlah mitra pengemudi terus bertambah setiap hari. Meski tidak merinci angka pasti, ia memastikan ketersediaan mitra masih sangat mencukupi untuk melayani permintaan pelanggan. Hal ini berdampak pada efisiensi layanan, di mana waktu tunggu pelanggan rata-rata dapat ditekan hingga tidak lebih dari lima menit.
“Untuk mitra yang aktif sampai sekarang kita selalu bertambah. Setiap hari masih ada mitra baru yang bergabung dengan kami. Yang jelas kita tetap memaintain bagaimana ketersediaan mitra ini masih sangat mencukupi, sehingga untuk cover order-order kita masih bisa menekan waktu tunggu. Rata-rata tidak lebih dari lima menit,” jelasnya.
Memasuki tahun 2026, Maxim Pontianak menyiapkan strategi pengembangan berbasis ekosistem digital. Fokus utama diarahkan pada penguatan dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui konsep smart ecosystem dan one-stop ecosystem.
“Di tahun 2026 kita terus mengembangkan smart ecosystem, bagaimana kita ingin mendukung pelaku usaha terutama UMKM. Kita berharap dari adanya Maxim ini bisa membantu pelaku usaha dalam menjalankan bisnis mereka, mulai dari pengiriman hingga kebutuhan logistik,” kata Dwi.
Ia menambahkan, konsep one-stop ecosystem yang dikembangkan memungkinkan masyarakat mengakses berbagai layanan dalam satu platform, mulai dari transportasi, pengiriman hingga mikro logistik. Hal ini dinilai dapat membantu pelaku usaha dalam mengelola distribusi tanpa harus memikirkan ketersediaan armada sendiri.
Dari sisi layanan, Dwi menyebutkan bahwa transportasi penumpang masih menjadi layanan yang paling dominan dengan kontribusi sekitar 52 persen. Seiring dengan pertumbuhan tersebut, jumlah konsumen juga terus meningkat dari tahun ke tahun, yang menurutnya mencerminkan tingkat kepercayaan dan kepuasan pengguna terhadap layanan Maxim.
Terkait kondisi ekonomi yang fluktuatif, khususnya isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Maxim Pontianak untuk saat ini belum melakukan penyesuaian tarif. Namun, perusahaan tetap membuka kemungkinan untuk bersikap adaptif terhadap dinamika yang terjadi di lapangan.
“Untuk saat ini memang belum ada kenaikan harga. Kita masih menggunakan harga yang sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Namun kita tidak menutup kemungkinan akan adaptif dengan kondisi yang terjadi, terutama isu yang sensitif seperti BBM. Kita tetap ingin menjaga harga yang kompetitif dan terjangkau, sekaligus memberikan pendapatan yang baik bagi mitra,” ujarnya.
Di sisi lain, peluang untuk bergabung sebagai mitra masih terbuka luas bagi masyarakat. Proses pendaftaran dinilai cukup mudah karena dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi, dengan persyaratan dokumen yang sederhana seperti KTP, SIM aktif, dan SKCK. Dwi juga menegaskan bahwa tidak ada biaya pendaftaran bagi calon mitra.
“Pendaftaran bisa dilakukan dari rumah dengan mengunduh aplikasi driver. Tidak ada biaya, semuanya gratis. Siapapun yang ingin bergabung silakan, selama dokumen yang diperlukan lengkap,” katanya.
Untuk cakupan layanan di Kalimantan Barat, Maxim saat ini telah menjangkau sejumlah kota dan kabupaten, termasuk Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Sambas, Kapuas Hulu, Sintang, hingga Ketapang. Dengan jangkauan tersebut, Maxim optimistis dapat terus memperluas layanan sekaligus memperkuat posisinya di wilayah Kalimantan Barat.(Rif)


