![]() |
| Kepala BPS Kalbar, M. Saichudin memaparkan rilis bulanan BPS Kalbar |
PONTIANAK,KP - Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat merilis sejumlah indikator strategis yang menunjukkan perkembangan ekonomi daerah pada awal 2026. Secara umum, kondisi ekonomi Kalimantan Barat pada Maret hingga Februari 2026 tercatat relatif stabil dengan sejumlah sektor yang menunjukkan tren positif.
Dari sisi harga, inflasi year-on-year (y-on-y) Kalimantan Barat pada Maret 2026 tercatat sebesar 2,89 persen. Angka ini mencerminkan kondisi harga yang masih terkendali di tengah dinamika kebutuhan masyarakat. Inflasi tertinggi terjadi di wilayah Sintang yang mencapai 3,13 persen, namun masih dalam rentang yang wajar.
Sementara itu, sektor pertanian menunjukkan penguatan yang cukup signifikan. Nilai Tukar Petani (NTP) pada Maret 2026 tercatat sebesar 172,56 poin atau meningkat 1,08 persen dibandingkan Februari 2026. Kenaikan ini mengindikasikan adanya peningkatan daya beli petani serta membaiknya tingkat kesejahteraan di sektor tersebut. Hal serupa juga terlihat pada Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) yang mencapai 179,41 poin atau naik 0,96 persen secara bulanan.
Di sektor perdagangan luar negeri, nilai ekspor Kalimantan Barat pada Februari 2026 tercatat sebesar US$154,79 juta atau meningkat 2,27 persen dibandingkan Januari 2026. Namun, peningkatan impor yang cukup tinggi sebesar 45,12 persen menjadi US$88,16 juta menyebabkan surplus neraca perdagangan turun menjadi US$66,63 juta atau mengalami penurunan 26,46 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, posisi neraca yang tetap surplus menunjukkan aktivitas perdagangan internasional masih berada dalam kondisi positif.
Kinerja sektor pariwisata juga menunjukkan perbaikan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Februari 2026 mencapai 56,27 persen. Angka ini meningkat baik secara tahunan maupun bulanan, masing-masing sebesar 7,67 persen poin dan 3,66 persen poin. Peningkatan ini mengindikasikan adanya pemulihan mobilitas dan aktivitas wisata di Kalimantan Barat.
Di sisi transportasi, jumlah penumpang angkutan udara dalam negeri yang datang ke Kalimantan Barat pada Februari 2026 tercatat sebanyak 125.761 orang, meningkat 2,01 persen dibandingkan Januari 2026. Hal ini mencerminkan meningkatnya mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan bisnis maupun wisata. Sebaliknya, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri mengalami penurunan sebesar 2,16 persen menjadi 5.212 orang.
Secara keseluruhan, data yang dirilis BPS menunjukkan bahwa perekonomian Kalimantan Barat pada awal tahun 2026 bergerak dalam jalur yang stabil. Pengendalian inflasi, peningkatan kesejahteraan petani, serta membaiknya sektor pariwisata dan transportasi menjadi indikator penting yang mencerminkan daya tahan ekonomi daerah di tengah berbagai tantangan global.(*/Red)


