Terkendala Regulasi, Yamaha Belum Pasarkan MT-07 di Indonesia

Yamaha MT-07


BANDUNG, KP - Pasar motor gede (moge) di Indonesia memang relatif terbatas dibandingkan segmen skutik maupun sport 150–250 cc. Meski demikian, ceruk konsumen untuk moge berstatus CBU (Completely Built Up) tetap ada, termasuk bagi model seperti Yamaha MT-07 yang hingga kini belum dipasarkan resmi di Tanah Air.

Menariknya, MT-07 sebenarnya telah diproduksi di Indonesia untuk kebutuhan ekspor ke Eropa. Namun, kendati lini produksinya berada di dalam negeri, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) belum memasukkan model tersebut ke pasar domestik.

Manager Public Relation, YRA & Community YIMM, Rifki Maulana, menjelaskan bahwa keputusan tersebut bukan didasarkan pada minimnya minat pasar atau pertimbangan harga jual. Menurutnya, persoalan utama terletak pada aspek kepatuhan terhadap regulasi.

“Ya memang MT-07 untuk varian yang selain YMT itu memang sudah full produksi di Indonesia. Sebenarnya bukan masalah mau jual atau belum, tapi memang bahwa Yamaha itu perusahaan yang sangat taat terhadap compliance dan spek-spek motor tersebut memang belum masuk sesuai sambungan regulasi yang ada di Indonesia,” ujar Rifki di Bandung beberapa waktu lalu.

Artinya, kendala utama terletak pada kesesuaian spesifikasi teknis dengan regulasi yang berlaku di Indonesia. Standar seperti regulasi jalan raya, sertifikasi SNI, hingga ketentuan teknis lainnya menjadi faktor penentu sebelum sebuah model bisa dipasarkan secara resmi.

Sebagai perbandingan, Rifki menyinggung kehadiran Yamaha TMAX yang belum lama ini resmi dijual di Indonesia. Menurutnya, TMAX telah memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan sehingga dapat dipasarkan tanpa hambatan regulasi.

“Dan kenapa sekarang T-Max itu juga sudah bisa dijual? ya karena memang T-Max itu sudah comply dengan road regulation, SNI, dan lain-lainnya, seperti itu,” jelasnya.

Sementara untuk MT-07, meski diproduksi di Indonesia untuk pasar ekspor, spesifikasinya dinilai belum sepenuhnya memenuhi ketentuan domestik. “Sedangkan kenapa MT-07 belum kita jual ya? karena memang belum comply ya itu. Tadi balik ke apa namanya policy yang strictly sama dengan compliance, makanya Yamaha belum jual MT-07,” tambahnya.

Rifki juga menepis anggapan bahwa Yamaha enggan menjual moge CBU karena faktor harga yang dianggap terlalu tinggi untuk pasar Indonesia. Ia mencontohkan respons pasar terhadap TMAX yang tetap tinggi meski dibanderol di segmen premium.

“Enggak sih, bahkan sudah dibuktikan kan bahwa di T-Max dengan harga segitu pun kami buka inden online, first batchnya sudah langsung sold out. Jadi lebih ke arah si policy sih,” tegasnya.

Dengan demikian, peluang kehadiran MT-07 di Indonesia sejatinya masih terbuka, sepanjang spesifikasinya dapat disesuaikan dengan regulasi nasional. Bagi penggemar moge Yamaha, keputusan tersebut kini lebih bergantung pada penyesuaian teknis dan kepatuhan regulatif ketimbang soal daya beli pasar.(*/Red)

Kapuas Post

Kapuas Post merupakan media lokal Kalimantan Barat yang mencoba eksis kembali menjadi media online

Lebih baru Lebih lama

ads

Pasang Iklan Kapuas Post

ads

نموذج الاتصال