![]() |
| BTN sambut Tahun Kuda Api dengan optimis |
PONTIANAK, KP – Menyambut Tahun Baru Imlek 2026, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menggelar kegiatan Economic Outlook & Chinese New Year 2026 – The Fire Horse Economy: Investing with Purpose, Building Legacy di Pontianak. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan layanan wealth management bagi nasabah BTN Prioritas dan BTN Private di daerah.
Direktur Network & Retail Funding BTN, Rully Setiawan, menyampaikan apresiasi kepada para nasabah prioritas dan private yang telah mempercayakan pengelolaan keuangannya kepada BTN. Ia juga menegaskan optimisme terhadap prospek ekonomi nasional pada 2026 serta arah transformasi perseroan yang tengah berjalan.
“Saya yakin mungkin semester dua akan jauh lebih baik, sebetulnya dari pemerintah menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan tahun 2025 mungkin rentangnya sekitar 5,5 persen dan inflasi stabil. Kami melihat semangat kuda api selaras dengan arah transformasi BTN. Kalau bapak ibu bertanya BTN gimana? Kami sedang melakukan transformasi di BTN yang tadi saya cerita bahwa BTN sangat dominan KPR, tapi kami menyatakan bahwa Bank kami adalah Bank consumer,” katanya.
Menurut Rully, transformasi BTN difokuskan pada penguatan fundamental bisnis, termasuk menjaga likuiditas yang sehat dengan struktur pendanaan yang solid. Secara nasional, kinerja BTN sepanjang 2025 menunjukkan fondasi yang kuat dengan laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,5 triliun atau tumbuh 16,4 persen secara year-on-year (YoY). Total aset perseroan mencapai Rp527,8 triliun atau meningkat 12,4 persen YoY.
Kinerja positif tersebut turut tercermin di Pontianak. Hingga akhir 2024, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp397 miliar dan meningkat menjadi Rp444 miliar pada akhir 2025. Komposisi dana murah (CASA) juga menguat dari Rp103 miliar menjadi Rp132 miliar dalam periode yang sama, menunjukkan struktur pendanaan yang semakin efisien.
Dari sisi pengelolaan dana nasabah, Fund Under Management (FUM) BTN di Pontianak tumbuh dari Rp587 miliar pada akhir 2024 menjadi Rp693 miliar pada akhir 2025, atau meningkat sekitar 18 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap layanan wealth management BTN serta keberhasilan strategi consumer banking yang lebih seimbang antara pembiayaan dan pendanaan.
Dalam forum tersebut, Head of Research PT Trimegah Asset Management, Filbert Anson, memaparkan pandangan strategis mengenai prospek ekonomi 2026. Ia menyoroti dinamika geopolitik global, arah pertumbuhan ekonomi Indonesia, tren suku bunga, hingga implikasi penurunan credit rating terhadap pasar keuangan domestik.
![]() |
| Prosesi pengadukan Yu Sheng sebagai bentuk rasa syukur dan optimis di tahun yang baru |
“Untuk obligasi kita pilih bond dengan durasi panjang, dan obligasi korporasi yang volatilitasnya lebih rendah, sementara saham kita tidak berharap saham akan seperti tahun lalu, namun kita melihat sektor-sektor tertentu yang ada kesempatan trading di antara saham sektor komoditas seperti emas yang akan perform, ada juga beberapa saham bluechip seperti bank Himbara yang harganya menarik,” kata Filbert.
Melengkapi perspektif ekonomi tersebut, Suhu Hak Hiong, Master Feng Shui, memberikan refleksi mengenai karakter Tahun Kuda Api sebagai simbol energi, percepatan, dan transformasi. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara keberanian mengambil peluang dan kebijaksanaan dalam menjaga keberlanjutan usaha maupun investasi.
“Menurut saya, (bisnis) yang paling cuan di tahun ini kreatif, teknologi dan energi,” ujarnya.
Melalui rangkaian diskusi dan pemaparan tersebut, BTN berharap para nasabah dapat memasuki 2026 dengan strategi investasi yang lebih terukur, adaptif, dan selaras dengan tujuan jangka panjang, sejalan dengan semangat transformasi perseroan dalam memperkuat posisi sebagai bank consumer dan mitra pengelolaan kekayaan yang terpercaya.(*/Red)



