![]() |
| Kapal Pengangkut dari PIS |
Direktur Utama PIS Surya Tri Harto mengatakan capaian tersebut mencerminkan kontribusi signifikan perusahaan dalam menjaga kelancaran pasokan energi nasional, sekaligus memperkuat posisi PIS sebagai pemain logistik energi yang semakin dipercaya di pasar internasional.
“Ini menunjukkan kontribusi signifikan PIS dalam memastikan pasokan energi dari Sabang sampai Merauke, serta perluasan jangkauan layanan yang terus dipercaya di pasar global,” ujar Surya, Rabu (21/1).
Realisasi angkutan energi sepanjang 2025 ini juga melanjutkan tren pertumbuhan positif yang telah ditunjukkan PIS pada tahun sebelumnya. Pada 2024, PIS tercatat mengangkut lebih dari 161 miliar liter BBM dan LPG. Capaian berkelanjutan tersebut semakin mengukuhkan peran PIS sebagai urat nadi distribusi energi nasional yang konsisten menjaga ketersediaan pasokan BBM, LPG, dan produk energi lainnya di seluruh wilayah Indonesia.
Untuk mendukung operasional tersebut, PIS terus memperkuat armada angkutannya. Hingga akhir 2025, total kapal milik PIS mencapai 110 unit yang beroperasi selama 24 jam penuh, tujuh hari dalam sepekan. Operasional kapal tanker tersebut juga ditopang oleh 338 kapal pendukung pelabuhan atau tugboat guna memastikan kelancaran proses sandar serta bongkar muat di berbagai pelabuhan.
Selain penguatan armada, PIS juga menjalankan sejumlah program strategis, di antaranya perluasan pasar non-captive melalui ekspansi rute internasional. Langkah ini dilakukan dengan mengoptimalkan tiga kantor pemasaran strategis yang mencakup kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Eropa, sekaligus melakukan diversifikasi jenis kargo.
Dalam aspek keselamatan, PIS mencatat sebanyak 84 kapal miliknya telah memenuhi standar inspeksi Ship Inspection Report Programme (SIRE) sepanjang 2025. Standar tersebut menjadi acuan internasional untuk memastikan keselamatan operasional kapal tanker.
“Sebagai Subholding Integrated Marine Logistics dari Pertamina Group, langkah transformasi ini merupakan komitmen perusahaan untuk memperkuat keandalan operasional dalam distribusi dan ketahanan energi nasional, sekaligus memperkuat daya saing armada Indonesia di kancah dunia,” tutup Surya.(*/Red)


