![]() |
| Nintendo Switch 2 |
JAKARTA, KP - Dalam beberapa bulan terakhir, pasar komponen global diramaikan oleh lonjakan harga memori, khususnya RAM. Kenaikan ini dipicu oleh langkah sejumlah produsen chip besar yang mengalihkan sebagian besar pasokan memori mereka untuk memenuhi kebutuhan pusat data kecerdasan buatan (AI). Dampaknya, harga RAM, SSD, dan berbagai komponen elektronik lainnya ikut meroket dan memicu kekhawatiran di kalangan industri teknologi dan konsumen.
Di tengah situasi tersebut, perhatian publik tertuju pada langkah Nintendo terkait harga konsol terbarunya, Nintendo Switch 2. Muncul spekulasi bahwa krisis RAM global akan memaksa perusahaan asal Jepang itu menaikkan harga jual perangkat tersebut.
Namun kekhawatiran tersebut untuk sementara ditepis oleh manajemen Nintendo. Dalam wawancara eksklusif dengan media Jepang, Kyoto Shimbun, Presiden Nintendo Shuntaro Furukawa menegaskan bahwa harga Nintendo Switch 2 masih akan dipertahankan meskipun kondisi pasar memori tengah bergejolak.
Furukawa mengakui bahwa harga RAM saat ini memang tidak stabil. Kendati demikian, ia menilai kenaikan tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Oleh karena itu, Nintendo belum memiliki alasan kuat untuk membebankan kenaikan biaya komponen kepada konsumen.
Ia menjelaskan bahwa Nintendo memiliki strategi rantai pasok yang dirancang untuk jangka menengah hingga panjang. Perusahaan biasanya memesan komponen berdasarkan proyeksi kebutuhan ke depan, sehingga stok RAM dan komponen penting lainnya telah diamankan sejak jauh hari. Langkah ini memungkinkan Nintendo tetap menjaga harga jual Switch 2 di tengah tekanan biaya produksi.
Meski demikian, Furukawa tidak sepenuhnya menutup kemungkinan adanya penyesuaian harga di masa mendatang. Nintendo, kata dia, terus memantau perkembangan pasar memori yang saat ini masih sangat fluktuatif. Jika harga komponen terus melonjak dan stok yang ada mulai menipis, penyesuaian harga dapat menjadi opsi yang realistis.
Sejarah menunjukkan bahwa Nintendo bukan perusahaan yang enggan mengambil langkah tersebut. Pada musim gugur 2025, Nintendo sempat menaikkan harga Switch generasi pertama dengan alasan perubahan kondisi pasar global. Keputusan itu menjadi sinyal bahwa perusahaan siap beradaptasi ketika tekanan ekonomi tidak lagi dapat ditahan oleh efisiensi internal.
Untuk saat ini, konsumen masih dapat bernapas lega karena harga Nintendo Switch 2 belum terdampak langsung oleh krisis RAM global. Namun, dengan dinamika industri semikonduktor yang semakin dipengaruhi oleh kebutuhan AI dan teknologi masa depan, potensi kenaikan harga tetap menjadi faktor yang patut diwaspadai ke depan.(*/Red)


