PONTIANAK, KP — Prestasi membanggakan ditorehkan Januari, atlet para renang asal Pontianak, Kalimantan Barat, pada ajang ASEAN Para Games (APG) 2026 yang digelar di Thailand. Perenang disabilitas berusia 22 tahun itu berhasil mempersembahkan medali emas nomor 200 meter gaya bebas S5 putra sekaligus memecahkan rekor turnamen.
Januari tampil impresif sejak awal lomba dan finis terdepan dengan catatan waktu 2 menit 49,83 detik. Torehan tersebut melampaui rekor ASEAN Para Games sebelumnya, yakni 2 menit 51,20 detik. Catatan waktu itu juga mengungguli atlet Malaysia M Nur Syaiful dan wakil tuan rumah Thailand, Phuchit Aingchaiyap, yang harus puas berada di posisi berikutnya.
Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier internasional Januari. Medali emas di Thailand tercatat sebagai emas internasional pertamanya di ajang ASEAN Para Games, setelah pada edisi 2023 di Kamboja ia meraih tiga medali perak dari nomor individu dan estafet.
Bagi Januari, kemenangan tersebut memiliki makna yang sangat personal. Ia menyebut dukungan dan doa sang ibu sebagai sumber kekuatan utama yang membantunya mengatasi tekanan pertandingan di level internasional.
“Alhamdulillah, dukungan dan doa paling ampuh dari ibu yang membuat saya percaya diri untuk memberikan yang terbaik,” ujar Januari, dikutip dari keterangan resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Menariknya, capaian emas dan rekor itu diraih tanpa target khusus dari Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia. Januari mengungkapkan bahwa dirinya hanya diminta untuk tampil maksimal dan memberikan performa terbaik bagi Indonesia.
“Saya diminta, yang penting mendapatkan medali saja, menampilkan performa terbaik untuk Indonesia. Saya sempat gugup, tetapi yakin. Akhirnya berhasil emas yang menjadi target pribadi. Terima kasih doa dan dukungan dari seluruh bangsa Indonesia,” tutur atlet berusia 22 tahun tersebut.
Prestasi Januari sekaligus menegaskan kematangan mental dan peningkatan performanya di panggung Asia Tenggara. Keberhasilannya memecahkan rekor turnamen dan meraih medali emas menunjukkan konsistensi latihan serta kemampuannya beradaptasi menghadapi persaingan ketat di kolam renang.
Medali emas yang dipersembahkan Januari, bersama capaian atlet disabilitas Indonesia lainnya, menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berprestasi di level tertinggi. Dari Pontianak, Januari membuktikan bahwa semangat, disiplin, serta dukungan keluarga mampu mengantarkannya berdiri sejajar dengan atlet terbaik Asia Tenggara.(*/Red)

