INTAN JAYA, KP – Menjelang perayaan Natal 2025, aktivitas di Bandara Bilorai Sugapa semakin meningkat seiring tingginya kebutuhan logistik dan mobilitas masyarakat di wilayah Pegunungan Tengah Papua. Bandara yang menjadi satu-satunya akses udara bagi Distrik Sugapa ini memegang peran krusial sebagai jalur distribusi sembako, obat-obatan, serta arus keluar-masuk warga yang ingin berkumpul bersama keluarga pada hari raya.
Pada wilayah dengan geografis yang menantang seperti Intan Jaya, kelancaran transportasi udara berarti terjaganya stabilitas ekonomi, kesehatan, dan kehidupan sosial masyarakat.
Untuk memastikan seluruh operasional bandara berjalan aman dan tertib, Satgas Korpasgat menempatkan personel di berbagai titik strategis, mulai dari apron, runway, hingga area keberangkatan dan kedatangan.
Mereka mengawasi arus penumpang, memantau pergerakan logistik, serta memastikan maskapai dapat beroperasi sesuai jadwal. Kehadiran personel ini bukan semata untuk pengamanan, tetapi juga menjamin agar pelayanan publik tetap berjalan optimal di tengah padatnya arus penerbangan jelang Natal.
Dansektor IV Satgas Korpasgat Sugapa, Kapten Pas Dimas Yusup, S.T.Han, menegaskan pentingnya fungsi bandara sebagai urat nadi mobilitas masyarakat. “Bandara ini sangat penting.
Kami memastikan akses dari udara tetap terbuka bagi sembako, obat-obatan, dan warga yang ingin pulang merayakan Natal,” ujarnya.
Penekanan ini menunjukkan bahwa keberadaan Satgas Korpasgat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat di wilayah terpencil tetap terkoneksi dengan pusat-pusat layanan utama di Papua.
Senada dengan itu, Kapten Pas Gugus Rinjani, S.Tr.(Han), Danpos Korpasgat Pos Sugapa, menyoroti pentingnya kerja sama seluruh elemen yang terlibat.
“Sinergi dengan aparat terkait, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga kelancaran operasional bandara. Semua pihak harus bekerja sama agar arus logistik dan perjalanan warga berlangsung tertib dan lancar,” katanya.
Kerja sama lintas pihak ini menjadi faktor kunci dalam menjaga ritme penerbangan dan menekan potensi hambatan akibat cuaca, kepadatan penumpang, atau kendala teknis lainnya.
Upaya mitigasi yang dilakukan Satgas Korpasgat turut menciptakan suasana kondusif bagi masyarakat yang memanfaatkan layanan transportasi udara. Warga Sugapa merasakan langsung manfaat dari kelancaran arus penerbangan jelang Natal.
“Transportasi udara lancar, logistik tersedia, dan semuanya terasa teratur. Ini sangat membantu kami menjelang Natal,” ungkap seorang warga dengan penuh syukur.
Kehadiran Satgas Korpasgat di Bandara Bilorai Sugapa menjadi simbol komitmen pemerintah untuk hadir langsung di daerah-daerah terisolasi. Dengan menjaga konektivitas udara, Satgas tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat dan kelancaran logistik, tetapi juga memastikan roda kehidupan sosial dan ekonomi tetap bergerak.
Upaya ini memperkuat rasa aman masyarakat dan memberikan kepastian bahwa negara tidak meninggalkan wilayah-wilayah yang menghadapi tantangan geografis, terutama pada momentum penting seperti Natal.
Melalui koordinasi, pengawalan, dan komitmen pelayanan, Satgas Korpasgat membuktikan peran strategisnya bagi stabilitas dan kesejahteraan masyarakat Papua.(*/Red)

