PONTIANAK – Petinju dunia yang juga Anggota DPD RI, Daud Cino Yordan, resmi memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Barat untuk periode 2025–2029.
Ia terpilih dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) XIV KONI Kalbar Tahun 2025 setelah meraih 37 dari total 68 suara sah, mengungguli pesaingnya, Sultan Syarif Machmud Melvin Alkadrie.
Pemilihan berlangsung dinamis dan kompetitif dengan dua kandidat utama. Dukungan mayoritas peserta Musorprov mengantarkan Daud, yang memiliki rekam jejak internasional di dunia olahraga, menjadi nakhoda baru organisasi induk olahraga terbesar di Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya, Daud menekankan pentingnya sinergi antara seluruh pemangku kepentingan guna mendorong kemajuan olahraga di daerah.
“Saya berharap seluruh stakeholder, baik pemerintah, swasta, maupun semua kalangan, berkolaborasi bersama-sama. Membangun olahraga ini harus kolektif. Saya berharap ke depan olahraga Kalimantan Barat bisa meningkat prestasinya, baik di daerah maupun nasional,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada rivalnya dalam pemilihan, Sultan Syarif Melvin Alkadrie, dan mengaku membuka ruang untuk berkolaborasi demi memajukan olahraga di Kalbar.
“Saya kira Pak Syarif Melvin bersedia bergabung bersama untuk mengurus olahraga di Kalimantan Barat, dan saya sangat menyambut baik hal itu. Beliau adalah sahabat saya di DPD RI sehingga kami akan tetap bersama. Kita berharap seluruh teman-teman pengurus olahraga bersama bahu membahu untuk membangun prestasi olahraga Kalimantan Barat di kemudian hari,” tambahnya.
Daud memaparkan bahwa langkah awal pascapemilihan adalah menyusun komposisi kepengurusan baru sebelum masuk pada agenda besar persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun depan.
“Pertama, kita harus mempersiapkan kabinet terpilih. Setelah itu kita mulai persiapan karena tahun depan sudah masuk Pekan Olahraga Provinsi. Tentu kita sebagai tuan rumah, dalam hal ini provinsi, harus mempersiapkan itu,” jelasnya.
Selain fokus pada Porprov, Daud menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap hasil Pekan Olahraga Nasional (PON) sebelumnya sebagai dasar strategi peningkatan prestasi pada PON 2028.
“Kita akan evaluasi hasil PON yang lalu sehingga kita bisa berbenah diri. Mana saja yang harus dipersiapkan agar pada PON 2028 kita bisa memperbaiki peringkat dan menghasilkan prestasi yang lebih baik,” tegasnya.
Dengan terpilihnya Daud Yordan, KONI Kalbar memasuki fase baru kepemimpinan yang diharapkan mampu membawa peningkatan prestasi dan tata kelola olahraga menuju level yang lebih kompetitif, baik di tingkat regional maupun nasional.(Rif)
Ia terpilih dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) XIV KONI Kalbar Tahun 2025 setelah meraih 37 dari total 68 suara sah, mengungguli pesaingnya, Sultan Syarif Machmud Melvin Alkadrie.
Pemilihan berlangsung dinamis dan kompetitif dengan dua kandidat utama. Dukungan mayoritas peserta Musorprov mengantarkan Daud, yang memiliki rekam jejak internasional di dunia olahraga, menjadi nakhoda baru organisasi induk olahraga terbesar di Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya, Daud menekankan pentingnya sinergi antara seluruh pemangku kepentingan guna mendorong kemajuan olahraga di daerah.
“Saya berharap seluruh stakeholder, baik pemerintah, swasta, maupun semua kalangan, berkolaborasi bersama-sama. Membangun olahraga ini harus kolektif. Saya berharap ke depan olahraga Kalimantan Barat bisa meningkat prestasinya, baik di daerah maupun nasional,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada rivalnya dalam pemilihan, Sultan Syarif Melvin Alkadrie, dan mengaku membuka ruang untuk berkolaborasi demi memajukan olahraga di Kalbar.
“Saya kira Pak Syarif Melvin bersedia bergabung bersama untuk mengurus olahraga di Kalimantan Barat, dan saya sangat menyambut baik hal itu. Beliau adalah sahabat saya di DPD RI sehingga kami akan tetap bersama. Kita berharap seluruh teman-teman pengurus olahraga bersama bahu membahu untuk membangun prestasi olahraga Kalimantan Barat di kemudian hari,” tambahnya.
Daud memaparkan bahwa langkah awal pascapemilihan adalah menyusun komposisi kepengurusan baru sebelum masuk pada agenda besar persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun depan.
“Pertama, kita harus mempersiapkan kabinet terpilih. Setelah itu kita mulai persiapan karena tahun depan sudah masuk Pekan Olahraga Provinsi. Tentu kita sebagai tuan rumah, dalam hal ini provinsi, harus mempersiapkan itu,” jelasnya.
Selain fokus pada Porprov, Daud menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap hasil Pekan Olahraga Nasional (PON) sebelumnya sebagai dasar strategi peningkatan prestasi pada PON 2028.
“Kita akan evaluasi hasil PON yang lalu sehingga kita bisa berbenah diri. Mana saja yang harus dipersiapkan agar pada PON 2028 kita bisa memperbaiki peringkat dan menghasilkan prestasi yang lebih baik,” tegasnya.
Dengan terpilihnya Daud Yordan, KONI Kalbar memasuki fase baru kepemimpinan yang diharapkan mampu membawa peningkatan prestasi dan tata kelola olahraga menuju level yang lebih kompetitif, baik di tingkat regional maupun nasional.(Rif)


