JAKARTA, KP - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan seluruh armada pengangkut energi nasional berada dalam kondisi siaga penuh. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kelancaran pasokan BBM dan LPG di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama periode libur panjang akhir tahun.
Pada 29 November 2025 di Jakarta, PIS mengumumkan bahwa mereka telah mengaktifkan Satuan Tugas Nataru 2025/2026 bersama Pertamina Group. Sebanyak 332 kapal tanker dikerahkan untuk mengangkut minyak mentah, BBM, LPG, hingga produk petrokimia ke berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, 12 kapal tanker cadangan turut disiapkan guna mengantisipasi lonjakan konsumsi maupun kebutuhan pengiriman tambahan. Menurut Pjs Corporate Secretary PIS, Alih Istik Wahyuni, seluruh armada tersebut juga mendukung jalur distribusi regional yang biasanya mengalami peningkatan permintaan selama periode Nataru.
Tak hanya kapal tanker, dukungan operasi juga diperkuat oleh PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) yang menyiapkan 338 kapal pendukung pelabuhan, termasuk tugboat, untuk memastikan proses sandar dan bongkar muat berjalan lancar di seluruh pelabuhan yang menjadi titik distribusi. Seluruh kegiatan ini dipantau secara intensif melalui posko monitoring terpusat yang memanfaatkan sistem digitalisasi operasional. Teknologi tersebut menjadi fondasi penting dalam memastikan aliran pasokan energi tetap aman, efisien, dan terlindungi dari berbagai potensi gangguan.
Alih menegaskan bahwa kesiapan armada ini merupakan wujud komitmen PIS dalam menjaga ketahanan energi nasional. Ia menjelaskan bahwa konsumsi masyarakat selalu meningkat signifikan di akhir tahun, sehingga perusahaan memaksimalkan seluruh infrastruktur, kapal, hingga sistem monitoring untuk mendukung kelancaran pasokan. Menyikapi kondisi cuaca yang cenderung dinamis, langkah mitigasi turut dipersiapkan. PIS melakukan pemantauan rutin terhadap pergerakan kapal dan menyiapkan strategi optimalisasi untuk mempercepat pengangkutan tambahan jika dibutuhkan.
Pusat kendali operasi yang telah menerapkan teknologi terbaru juga memainkan peran strategis dalam mitigasi risiko distribusi energi. Sistem digital memungkinkan pemeriksaan ketersediaan kapal, layanan agensi kepelabuhan, kesiapan floating storage, hingga dukungan operasional lainnya berjalan lebih terkoordinasi. Seluruh elemen tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan perusahaan menghadapi mobilitas pengangkutan energi yang meningkat di penghujung tahun.
“Kami terus bergerak cepat untuk mengatasi kendala pengangkutan BBM dan berharap kondisi cuaca dapat membaik sehingga distribusi energi ke masyarakat dapat berjalan maksimal,” ujar Alih menutup pernyataannya.
Dengan langkah sigap ini, PIS memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga, memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang bersiap menyambut liburan akhir tahun.(*/Red)

