Post Top Ad

Kombis

Nasional

Post Top Ad

d'ulddanceKalbarPontianak

Bendera Universal Line Dance Resmi Berkibar di Kalbar

PONTIANAK - Kepengurusan organisasi tarian berderet atau yang lebih dikenal dengan line dance dibawah bendera d'ULD (The Universal Line Dance) di wilayah Kalimantan Barat resmi dikukuhkan pada Selasa, (19/12/2023). Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Propinsi Kalbar, Herkulana Mekarryani terpilih menjadi Ketua Wilayah d' ULD Kalbar yang pertama periode 2023-2028.


Pelantikan yang dilakukan secara daring oleh Ketua Umum d ULD Indonesia, menetapkan Provinsi Kalbar menjadi provinsi ke 29 yang tergabung dalam d'ULD Indonesia. 

Ketua Umum d’ULD Pusat, Lucy Sujadi berharap pasca terbentuknya d’ULD Wilayah Kalbar, keberadaan The Universal Line Dance dapat diperkenalkan pada masyarakat, bukan hanya pada kalangan ibu-ibu saja tetapi juga kalangan anak-anak, remaja bahkan bapak-bapak.

“Kalau di pusat, bapak-bapak juga sudah banyak yang bergabung dan ber-line dance dengan d’ULD. Bahkan menjadi instrukturnya. Dari pantauan saya line dance di Kalbar berkembang pesat, mudah-mudahan d’ULD Wilayah Kalbar terus berkembang," harapnya. 

Kedepan, pihaknya siap mengirimkan instruktur ke Kalbar sehingga d’ULD Kalbar dapat mengikuti event atau gathering yang diadakan d'ULD pusat. 

Ketua Wilayah Terpilih d'ULD Kalimantan Barat, Herkulana Mekarryani menyambut baik keinginan d'ULD pusat untuk memperkenalkan d' ULD ke masyarakat luas di Kalbar. Dalam waktu dekat, dirinya bersama para pengurus akan melakukan konsolidasi dengan komunitas dan grup-grup baik bidang seni maupun olahraga untuk membentuk d'ULD cabang kota dan daerah lain yang ada di Kalbar. 

"Sebenarnya line dance ini sudah ada di Kalbar. Grup-grupnya juga sudah banyak. Cuma belum menyatu, masih terpisah-pisah. Nah, dengan adanya kepengurusan d'ULD wilayah Kalbar, harapannya kita bisa lebih terintegrasi dan lebih tertib," ujarnya.

Selain itu, ia juga akan segera mengadakan pertemuan dengan pengurus untuk persiapan ajang FORNAS (Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional) di Kaltim. Dan yang akan langsung dilakukan usai pelantikan yaitu, melatih calon-calon instruktur yang sudah ada di badan pengurus. 

"Mungkin dalam waktu dekat usai pelantikan ini, kita adakan kegiatan semacam kompetisi sehingga siapa yang menang, itulah yang akan mengikuti acara di Kaltim sebagai perwakilan Kalbar. Dan terakhir kita akan melatih calon2 instruktur yang kini sudah ada," katanya lagi. 

Kepala Bidang Pelatihan dan Pengembangan d'ULD Indonesia, Stepanus Adi Pratiswa menambahkan, selain d'ULD cabang Kota Pontianak, akan ada dua daerah lainnya yang turut serta dibentuk, yakni Kota Singkawang dan Kabupaten Kubu Raya. Ketiga daerah ini akan dibentuk sekaligus agar d'ULD Kalbar resmi berada dibawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kalbar. 

"Intinya adalah kami d'ULD dalam hal ini akan bersinergi dengan pemerintah propinsi dan daerah, akan bergabung dengan KORMI Kalbar. Namun untuk menjadi anggota penuh, syaratnya harus memiliki atau membuat 3 cabang di Kalbar. Maka nanti yang akan merapat Kota Pontianak, Singkawang dan Kubu Raya," jelasnya.

Menurut Adi, sapaan akrabnya, tantangan terberat ditahun-tahun pertama usai pelantikan adalah mengedukasi masyarakat, penggiat, line dancer serta komunitas untuk bersinergi dengan program-program lokalitas yang akan dibuat oleh d'ULD Kalbar. 

"Tugas terberat kami di tahun-tahun pertama adalah untuk mengedukasi masyarakat, penggiat dan line dancer serta komunitas untuk bersinergi dengan program-program baik yang bersifat lokalitas yang dibuat oleh ketua wilayah terpilih bersama tim yang akan diluncurkan dalam waktu dekat, setelah 3 bulan pertama pelantikan. Kemudian menyiapkan generasi-generasi muda untuk beberapa event yang sudah disiapkan di pusat," jelasnya lagi. 

Selanjutnya, visi misi d'ULD adalah memperkenalkan dan mengedukasi ke masyarakat tentang seni olahraga dan budaya. Olahraga yang terkait adalah line dance dan seni yang terkait adalah seni tari. 

"Dua-duanya menjadi satu mengangkat kearifan lokal masyarakat Kalbar," ujarnya.

Line dance yang merupakan tarian dengan paduan seni dan olahraga ini secara nasional maupun internasional memiliki prosedur atau rambu-rambu gerakan yang harus dipatuhi. Rambu-rambu inilah yang akan terus diedukasikan kepada masyarakat Kalbar pecinta line dance.(lyn)

Baca Juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad